Pesawat Overun di Sentani
Pesawat Kargo Jayawijaya Dirgantara Alami Insiden 'Overun' di Bandara Sentani
Tidak ada korban dan kerusakan pesawat dalam insiden ini. Saat mendarat, kondisi pesawat kargo naas tersebut, dalam posisi kosong.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pesawat Kargo Jayawijaya Dirgantara dengan kode PK JRB mendarat pukul 09.30 WIT, dengan rute Wamena menuju Sentani, mengalami insiden overun.
Melalui sambungan telepon seluler kepada Tribun-Papua.com, Jumat (22/10/2021), Humas Angkasa Pura I Surya Eka mengatakan insiden itu terjadi di ujung runway Bandara Sentani.
"Benar mas pesawat kargo, namun sudah evakuasi tadi jam 12 siang, dan tidak ada korban serta kerusakan pesawat," jelasnya.
Surya menjelaskan insiden overun yang dimaksud ialah, pesawat terbang mendarat dan menyentuhkan roda pendaratnya pada titik yang melebihi jarak maksimal pendaratan di landasan pacu.
Baca juga: Raja Terkenal dan Paling Kejam Sepanjang Sejarah, Siapa Sebenarnya Firaun?
Saat proses evakuasi, lanjut Surya, kondisi operasional Bandara Sentani masih berjalan normal, dengan pembatasan Runway sepanjang 2.850 meter.
"Hal itu dikarenakan kejadian di ujung runway Bandara Sentani, sehingga tidak begitu mempengaruhi aktivitas penerbangan," terangnya.
Tidak ada korban dan kerusakan pesawat dalam insiden ini. Sebab saat mendarat, kondisi pesawat kargo naas tersebut, dalam posisi kosong.
Baca juga: Sumpah Pemuda 1928: Makna Hingga Perdebatan Mengenai Bahasa Melayu
Surya menambahkan, proses evakuasi mengunakan alat salvage yang dimilki oleh Bandara Sentani berupa trackpad.
Pesawat kargo Jayawijaya Dirgantara berhasil dievakuasi, pada pukul 12.00 WIT.
Setelah proses evakuasi usai, dilakukan pembersihan runway Bandara Sentani yang baru kemudian, beroperasi secara normal pukul 12.50 WIT.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/pesawat-kargo-jayawijaya-dirgantara.jpg)