Sejarah Firaun
Raja Terkenal dan Paling Kejam Sepanjang Sejarah, Siapa Sebenarnya Firaun?
Firaun ini sangat kejam. Menurut Alkitab dan Al-Quran, pada masanya telah dinubuatkan bahwa seseorang akan lahir dan mengambil tahtanya.
TRIBUN-PAPUA.COM - Firaun adalah sosok Raja Mesir kuno yang namanya diwariskan turun-temurun.
Dari sekian banyak nama Firaun, sosok Firaun yang berada dalam kisah Nabi Musa lah yang paling terkenal di dunia.
Bahkan sempat menimbulkan kontroversi di antara banyaknya peneliti sepanjang sejarah.
Ada yang percaya ia adalah Ramses II, sementara lainnya meyakini ia adalah Seti I.
Kemudian, sebuah penelitian pun dilakukan, salah satunya menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk merekonstruksi wajah seseorang.
Proyek ini merekonstruksi wajah salah satu firaun terbesar yang pernah ada, Seti I, mengklaim bahwa ia memainkan peran utama dalam kisah Musa.
Baca juga: Sumpah Pemuda 1928: Makna Hingga Perdebatan Mengenai Bahasa Melayu
Firaun ini sangat kejam. Menurut Alkitab dan Al-Quran, pada masanya telah dinubuatkan bahwa seseorang akan lahir dan mengambil tahtanya.
Hal ini mendorongnya untuk memerintahkan membunuh semua bayi laki-laki.
Hal ini menyebabkan ibu Musa memasukkannya ke dalam sebuah kotak di Sungai Nil, seorang putri Mesir kemudian menemukannya.
Baca juga: Panglima OPM Apresiapi Komnas HAM Atas Layanan Trauma Healing di Yapen Papua
Lalu memutuskan untuk membesarkannya sebagai anaknya sendiri di Istana Firaun.
Pertanyaannya di sini, apakah firaun itu Seti I atau Ramses II?
Arkeolog Mesir terkenal Zahi Hawas mengatakan bahwa tidak peduli berapa banyak teknik modern yang digunakan untuk mengembalikan wajah orang Mesir kuno, 100 persen bentuk aslinya tidak akan pernah terungkap.
Hawass menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, ada beberapa upaya untuk mengembalikan wajah Raja Tutankhamun oleh beberapa tim Prancis, Amerika, dan Mesir, tetapi semuanya menunjukkan wajah yang tidak terkait dengan firaun muda.
Selain itu, Hawass menyebutkan dalam pernyataan pers bahwa tidak ada bukti arkeologis bahwa Seti I hadir di era Nabi Musa.
Hawass menambahkan bahwa tidak ada jejak yang terkait dengan para nabi Tuhan sama sekali, dan setiap orang yang memutuskan sebaliknya hanya mengandalkan mitos.
