Breaking News:

Status Tersangkanya Dibatalkan, Pedagang yang Dianiaya Preman Ucap Syukur: Terima Kasih Pak Kapolda

Pedagang sayur di pasar Gambir, Liti Wari Iman Gea yang sempat viral dianiaya preman, status tersangkanya dibatalkan Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

(KOMPAS.com/DEWANTORO)
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak memberikan keterangan resmi kepada wartawan pada Selasa (12/10/2021) malam terkait penanganan perkara saling lapor dalam kasus penganiayaan di Pasar Gambir Tembung pada Minggu (5/9/2021) pagi. Panca menjelaskan beberapa temuan baru dalam kasus tersebut. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Pedagang sayur di pasar Gambir, Liti Wari Iman Gea yang sempat viral dianiaya preman, status tersangkanya dibatalkan Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

Hal ini diungkap Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak saat mengumumkan status ibu anak satu tersebut di Polda Sumut, Jumat (22/10/2021) malam.

Menanggapi hal itu, Liti Wari Iman Gea yang dihadir bersama suami dan kuasa hukumnya sangat bersyukur dan senang karena tak lagi menjadi tersangka.

Ia pun merasa lega karena apa yang diharapkannya supaya mendapat keadilan terwujud.

Baca juga: Preman di Tangerang Aniaya Pedagang, Korban Disiram Bensin dan Dibakar Hidup-hidup

Baca juga: Preman yang Viral Aniaya Pedagang Pasar Serahkan Diri, Polisi: Mereka Kurang Nyaman soal Pemberitaan

Bahkan ia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Kapolda Sumut yang disebut sangat peduli terhadap nasibnya selama dirawat di rumah sakit.

"Terima kasih kepada bapak Kapolda, karena dia membantu kami untuk biaya berobat kami," Kata Liti Wari Iman Gea, Jumat (22/10/2021).

Selain itu, pedagang sayur di pasar Gambir yang mengenakan kemeja hijau ini mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada kepala RS Bhayangkara TK II Medan, AKBP Nelson Situmorang yang dianggap turut berjasa selama ia berobat ke RS tersebut.

Apalagi, selama dirawat ia mendapat pelayanan dari Dokter dan perawat di RS tersebut.

Bahkan wanita yang menjadi sorotan karena menjadi korban penganiayaan mengaku tak mampu membalas jasa yang dilakukan Polda Sumut. Ia berharap hanya tuhan yang mampu membalas kebaikan semuanya.

Baca juga: Dianiaya 4 Preman hingga Dirawat, Pedagang Ini Syok Malah Jadi Tersangka: Inilah Hukum di Indonesia

"Tak ada yang bisa kami balas dan hanya tuhan yang bisa membalas kebaikan bapak dan pemimpin semua kami berterima kasih. sekali lagi kepada pak Kapolda, terima kasih," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved