Korupsi di Papua
Eks Bupati Yalimo Papua Ditahan Terkait Korupsi, Legislator dan Tokoh Imbau Masyarakat Tenang
Perwakilan Tokoh Masyarakat Yalimo, Sifrit Walilo mengimbau masyarakat agartidak terpengaruh isu yang berkembang.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Seluruh masyarakat Kabuapten Yalimo diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi isu pascapenahanan mantan bupati Lakius Peyon yang tersandung kasus korupsi.
Imbauan ini disampaikan Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Yalimo, Tianus Loho.
"Saya sampaikan, siapa pun jangan mengatasnamakan lembaga. Tolong hentikan,"kata Tianus Loho kepada awak media di Jayapura, Rabu (27/10/2021) malam.
Diketahui, Polda Papua menetapkan mantan Bupati Yalimo Lakius Peyon sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) anggran 2020.
Baca juga: BREAKING NEWS: Wakil Bupati Pegunungan Bintang Dikabarkan Meninggal Dunia
Lakius Peyon yang merupakan Bupati Yalimo periode 2016-2020 ditahan pada Senin (25/10/2021), oleh penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Papua.
Kerugian negara dalam kasus itu diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.
Tianus menegaskan DPRD Yalimo berpihak kepada masyarakat.
"Kami dipercayakan oleh masyarakat, oleh sebab itu kami tidak berpihak pada siapapun itu, namun berpihak pada masyarakat," katanya.
Baca juga: Fientje Suebu Jadi Dubes RI untuk Selandia Baru, Gubernur Papua Lukas Enembe Bangga
DPRD Yalimo mempercayakan proses hukum sedang berjalan ditangani kepolisian.
Sementara itu, Perwakilan Tokoh Masyarakat Yalimo, Sifrit Walilo mengimbau masyarakat agartidak terpengaruh isu yang berkembang.
"Mari kita melihat proses hukum yang sedang berjalan, mantan bupati Yalimo sedang ditahan. Itu memang statusnya korupsi," ujarnya.
"Jadi jangan dikaitkan dengan politik yang dialami Paslon nomor satu Erjhon," tegasnya.
Baca juga: Ricky Cawor Belum Terima Pinangan Persipura: Pulang Kampung Merauke Dulu
"Melihat dua kali pemilihan sudah menang mutlak. Maka kami minta jangan dikaitkan masalah hukum yang sedang berjalan terhadap mantan bupati, karena ini murni kasus Korupsi Bansos Covid-19."
Menurut dia, hal ini sama juga dengan kabupaten lain yang sedang diperiksa terkait kasus Dana Covid-19.
Penahanan Lakius Peyon, kata dia, sama sekali tidak ada sangkutpautnya dengan politik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/dprd-yalimo.jpg)