Kamis, 21 Mei 2026

Peringatan Sumpah Pemuda

Kilas Balik Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober

Kongres Pemuda I ini dinilai belum membuahkan hasil karena masih ada ego kedaerahan dan kesukuan yang sangat kuat.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Istimewa
Museum Sumpah Pemuda - Simak sejarah singkat dan isi teks Sumpah Pemuda, diperingati pada 28 Oktober. 

Akan tetapi, Kongres Pemuda I ini dinilai belum membuahkan hasil karena masih ada ego kedaerahan dan kesukuan yang sangat kuat.

Baca juga: Peringati Sumpah Pemuda, Markas Merah Putih Berikan Bingkisan untuk Veteran

Dengan kondisi itu, diadakan kembali Kongres Pemuda II yang digelar pada 27-28 Oktober 1928.

Kongres ini melahirkan satu pemikiran yang sama, yaitu perjuangan melawan penjajah.

Saat kongres tengah berlangsung, Yamin mulai menuliskan gagasan "Sumpah Pemuda" tersebut dalam suatu kertas.

Kertas itu kemudian dia sodorkan kepada Soegondo Djojopoespito, yang saat itu menjabat Ketua Kongres.

Deklarasi bernama Sumpah Pemuda itu lahir setelah para peserta menyatakan sebuah kesepakatan bersama akan pentingnya persatuan pemuda dan dibacakan pada 28 Oktober 1928.

Debut Indonesia Raya

Kongres Pemuda II ini juga menjadi debut lagu Indonesia Raya ciptaan WR Supratman dikumandangkan, meski hanya berupa instrumental biola.

Harian Kompas, 18 Agustus 1990 mencatat, lagu Indonesia Raya itu terinspirasi dari pidato yang disampaikan oleh Tabrani dan Sumarto terkait cita-cita "Satu Nusa Satu Bangsa" yang digelari Indonesia Raya.

Baca juga: Sorotan Media Asing Atas Tragedi G30S PKI 1965: Ada Propaganda Hitam Inggris

Ia kemudian menyampaikan niatnya kepada dua tokoh itu untuk membuat lagu sesuai isi pidato mereka dengan judul Indonesia Raya.

Ketika rapat pembubaran panitia Kongres Pemuda II, lagu Indonesia Raya dinyanyikan sebuah koor dan Supratman mengiringinya dengan bermain biola.

Keinginan dan cita-cita Supratman untuk menciptakan lagu kebangsaan akhirnya tercapai saat Kongres Partai Nasional Indonesia pada Desember 1928.

Dalam kongres itu, lagu Indonesia Raya ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Indonesia.

Hingga kini, lagu gubahan WR Supratman itu masih menjadi lagu kebangsaan Indonesia yang selalu berkumandang di setiap upacara bendera dan acara-acara resmi.

Hari Pemuda

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved