Pengakuan Korban yang Selamat dari Perahu Penyeberangan Sungai Bengawan Solo yang Terbalik di Tuban
Sebanyak 7 orang berhasil selama dari perahu penyeberangan Sungai Bengawan Solo yang terbalik.
TRIBUN-PAPUA.COM - Sebanyak 7 orang berhasil selama dari perahu penyeberangan Sungai Bengawan Solo yang terbalik.
Diketahui, perahu tersebut terbalik di tambangan Kanor-Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Rabu (3/11/2021), sekira pukul 09.30 WIB.
Kapolres Tuban, AKBP Darman mengatakan, peristiwa kecelakaan air itu terjadi tepat di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Tuban yang berbatasan dengan Kecamatan Kanor, Bojonegoro.
Baca juga: Pengakuan Pelaku Campurkan Apotas ke Air Minum, Cemburu pada Suami Korban tapi Malah Salah Sasaran
Baca juga: Belum Resmi Diumumkan Gabung Persipura Jayapura, Top Skor PON Papua Ricky Cawor: Iya, Benar Begitu
Cerita Penumpang Selamat
Sarmuji (56), salah seorang korban selamat menuturkan, saat kejadian dirinya berusaha berenang mengikuti arus air menuju ke tepian Sungai Bengawan Solo.
Sesampainya di tepian Sungai Bengawan Solo, ia dibantu penambang pasir yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.
"Waktu perahu terbalik, saya berusaha berenang sekuat tenaga agar tidak tenggelam," kata Sarmuji, saat berada di Puskesmas Rengel.
Baca juga: 2 Siswa yang sempat Adu Mulut dan Tantang Kapolsek Minta Maaf, Proses Hukum Tetap Berlanjut
Sarmuji awalnya hendak berangkat bekerja proyekan di Kecamatan Baureno, Bojonegoro melalui penyeberangan Kanor-Rengel untuk mempercepat perjalanannya.
Ia tak mengira, peristiwa nahas itu menimpanya di tengah perjalanan, perahu yang ditumpanginya tiba-tiba terbalik dan seluruh penumpang hanyut.
"Saya tidak mengira ini terjadi, Alhamdulillah saya bisa selamat," jelasnya.
Sementara, hingga saat ini para penumpang yang berhasil selamat dari peristiwa nahas tersebut sebanyak 10 orang, dan diperkirakan masih ada 7 orang yang masih hilang.
"Proses pencarian masih berlangsung dan hingga saat ini korban selamat ada sebanyak 10 orang," kata Kompol Budi Santoso, Kabag Ops Polres Tuban, kepada Kompas.com, Rabu.
Dihantam Arus
AKBP Darman menuturkan, peristiwa itu bermula saat perahu hendak menyeberangkan penumpang dari arah Rengel, Tuban menuju Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.
Tiba-tiba perahu dihantam arus sungai yang deras.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/petugas-sar-gabungan-melakukan-proses-pencarian-korban-perahu-penyeberangan-sungai-bengawan-solo.jpg)