Breaking News:

Papua Barat Terkini

BI Papua Barat Berhasil Serap Rp 9 Miliar Uang Tak Layak Edar di Wilayah 3T

Kegiatan BI tersebut juga bekerja sama dengan Koarmada III TNI AL dengan menggunakan KRI Gulamah 869 untuk melakukan ekspedisi ke wilayah 3T.

Tribun-Papua.com/Safwan A Raharusun
Ekspedisi Kas Keliling di wilayah Pulau Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T) yang digelar oleh Kantor Perwalian Bank Indonesia (BI) Papua Barat, berhasil menyerap uang rupiah tidak layak edar (URTLE) berjumlah Rp 9 miliar. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI - Ekspedisi Kas Keliling di wilayah Pulau Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T) yang digelar oleh Kantor Perwalian Bank Indonesia (BI) Papua Barat, berhasil menyerap uang rupiah tidak layak edar (URTLE) senilai Rp 9 miliar.

Kegiatan BI tersebut juga bekerja sama dengan Koarmada III TNI AL dengan menggunakan KRI Gulamah 869 untuk melakukan ekspedisi ke wilayah 3T.

Ketua Rombongan Ekspresi Kas Keliling 3T Sofyan Catur Aprianto (40) mengatakan, kegiatan tersebut menyasar pada empat pulau; Namatota Kabupaten Kaimana, Karas dan Arguni Kabupaten Fakfak, serta Pulau Misool Kabupaten Raja Ampat.

"Modal yang kami bawah dalam ekspedisi kas keliling ini adalah 9 Milyar," ujar Aprianto kepada TribunPapuaBarat.com, Selasa (9/11/2021).

Baca juga: Sejarah Dunia Hari Ini, 9 November: Albert Einstein Terima Nobel Fisika 1921

Sementara, untuk penyerapan uang tidak layak edar di Namatota Rp 7 miliar, Karas Rp 50 juta, Arguni Rp 30 juta, dan sisanya di Pulau Misool.

"Alhamdulillah, uang lusuh dan tidak layak edar, bisa ditukar semuanya. Sesuai dengan tujuan kami untuk menjaga uang layak edar di masyarakat," tuturnya.

Lanjutnya, pada pelaksana kas keliling kali ini sangat diterima oleh masyarakat di wilayah 3T.

"Mereka sangat senang dan terbantu dengan kehadiran kita untuk melakukan penukaran uang di kampung-kampung tersebut," kata Aprianto.

Baca juga: Honor Belum Cair, Gubernur Lukas Enembe Minta Maaf Kepada Para Sopir PON XX Papua

"Mereka merasa terbantu dengan kegiatan ini karena uang tidak layak edar malah diganti dengan yang baru."

Selain masyarakat, pihaknya juga melakukan penukaran di keempat daerah tersebut, guna menyerap uang tidak layak edar disektor perbankan.

Namun, daerah tersebut hanya diwakili oleh Bank Papua, sebab yang ada di sana hanya itu saja. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved