Papua Barat Terkini
IJTI Kecam Tuduhan Oknum Kader GMNI Sorong Terhadap Pers Terkait Kelangkaan BBM
Dalam orasi seorang oknum kader GMNI Sorong menyatakan bahwa dirinya cukup kecewa dengan pemberitaan terkait kelangkaan BBM.
Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUN-PAPUA.COM, SORONG - Ketua Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) Papua Barat, Chanry Andrew Suripatty menyesalkan nada orasi seorang oknum kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sorong, saat menggelar aksi terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Sebab, narasi kader GMNI Sorong kepada pekerja Pers di daerah itu dinilai sangat tidak mendasar.
Kata Suripatty, jika kader tersebut hanya melakukan koreksi kepada pekerja Pers, maka tidak jadi masalah.
"Namun, yang disampaikan oleh oknum kader tersebut merupakan tuduhan serius dan sangat tidak mendasar," ujar Suripatty kepada TribunPapuaBarat.com, Selasa (9/11/2021).
Baca juga: Bung Tomo, Sang Orator Pertempuran Surabaya 10 November 1945 dan Isi Pidatonya
Menurutnya, dalam pemberitaan media di Kota Sorong, selama kelangkaan BBM telah bekerja maksimal.
Lanjutnya, Pers di Sorong terus menyampaikan informasi dari dua sisi (Pertamina dan Masyarakat), sehingga daerah tersebut tidak terprovokasi.
"Di tengah terjadinya kelangkaan BBM, tugas media adalah tetap menjaga kenyamanan dalam menyajikan informasi yang berimbang," tuturnya.
Hanya, orasi salah satu oknum mahasiswa tersebut membuat para pekerja Pers di Sorong ikut mengecam pernyataan itu.
"Jujur, pernyataannya sangat disesalkan dan kami mengecam keras isi orasi tersebut," tegas pria asal Maluku.
Baca juga: Pertama di Indonesia, 2.500 Ekor Babi di Papua Dimasak Secara Adat dan Tembus Rekor MURI
Karena itu, pihaknya meminta kurun waktu 1X24 jam agar oknum tersebut segera mengklarifikasi pernyataannya.
"Kita akan segera koordinasi dengan seluruh organisasi Pers di Papua Barat, untuk mengambil sikap terkait pernyataan fitnah seperti itu," tegasnya.
"Media di Papua Barat sudah bekerja maksimal dan secara profesional, namun yang dia lakukan adalah tuduhan serius tanpa dasar," ujar Suripatty.
Sebelumnya, dalam orasi seorang oknum kader GMNI Sorong menyatakan bahwa dirinya cukup kecewa dengan pemberitaan terkait kelangkaan BBM.
Baca juga: Mengenal Ismai Marzuki, Maestro Musik Indonesia yang Muncul di Google Doodle
Pasalnya, media menyajikan berita dari pihak Pertamina terkait keterlambatan BBM, namun beberapa waktu kemudian muncul berita terkait antrean panjang di setiap SPBU.
Sehingga, ia menilai, selama ini media-media yang mengangkat berita tersebut hanya cari makan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/para-demonstran-menyampaikan-kritik.jpg)