Jumat, 15 Mei 2026

Penanganan Bencana di Masa Pandemi

BMKG Minta Penanganan Bencana di Masa Pandemi Covid-19 Tetap Sesuai Protokol Kesehatan

Kalaupun ada kejadian-kejadian pengungsian, penyelamatan itu juga protokol kesehatannya tetap dijalankan. Memang tantangannya lebih besar

Tayang:
Editor: M Choiruman
Tribunnews.com
Kepala Badan Metereologi Publik, Fachri Radjab. (Foto dok/Foto diambil sebelum pandemi Covid-19).  

TRIBUN-PAPUA.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Fachri Radjab mengungkapkan saat ini wilayah Indonesia memasuki periode musim penghujan.

Fachri menjelaskan ada 342 zona musim di Indonesia yang memiliki karakteristik masing-masing. Bahkan saat ini hampir seluruh zona telah masuk musim penghujan.

Berikut Penyebab Masyarakat Perkotaan Enggan Vaksinasi Covid-19

Hal tersebut disampaikannya dalam Dialog Produktif Kabar Jumat bertajuk Siaga Bencana Ketika Pandemi di kanal Youtube FMB9ID_IKP pada Jumat (26/11/2021).

"Saat ini hampir sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki periode musim hujan dan puncaknya belum tapi puncaknya antara Januari hingga Februari 2022 dan akhir dari musim hujan diperkirakan sekitar bulan April-Mei 2022 nanti," ujar Fachri.

Satgas Covid-19 Papua Barat Benarkan Masih ada Kepala Daerah Belum Vaksin: Kita Turun Sisir

Pada musim penghujan, Fachri mengatakan terdapat risiko bencana hidrometeorologi.

Dirinya meminta seluruh pihak mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

"Bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor. Itu yang perlu kita waspadai yang bisa terjadi di periode musim penghujan," kata Fachri.

Update Covid-19 di Papua dan Papua Barat, Jumat 26 November 2021: Total Kasus 57.676

Di masa pandemi Covid-19, Fachri mengungkapkan penanganan antisipasi bencana harus memperhatikan protokol kesehatan.

Kondisi pengungsian untuk menampung korban bencana, kata Fachri, harus sesuai dengan protokol kesehatan.

Kominfo Nilai Facebook Masih Jadi Penyebar Hoaks Covid-19 Terbanyak

"Kalaupun ada kejadian-kejadian pengungsian, penyelamatan itu juga protokol kesehatannya tetap dijalankan. Memang tantangannya akan lebih besar," pungkas Fachri. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved