Breaking News:

Nasional

PARAH, Oknum DPRD Lembata Tepergok Mesum dengan Istri Orang di Kamar Mandi

Anggota DPRD Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, GR tepergok mesum dengan istri orang berinsial NN di kamar mandi rumahnya.

Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Ilustrasi. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Anggota DPRD Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, GR tepergok mesum dengan istri orang berinsial NN di kamar mandi rumahnya.

Keduanya dipergoki DW, suami dari NN. DW lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lembata.

Kapolres Lembata AKBP Yoce Marten mengaku telah mendalami laporan dari DW.

Baca juga: Mau Tau Total Kekayaan Gubernur Lukas Enembe?

"Untuk kejadian tersebut dilaporkan dini hari pukul 02.00 oleh suami yang bersangkutan," ujar Yoce Marten dikutip Tribun-Papua.com, Jumat (26/11/2021).

Ia menjelaskan, kejadian tak senonoh itu terjadi Kamis (25/11/2021) sekitar pukul 01.30 Wita.

Setelah semua pihak diperiksa termasuk sudah mengantongi alat bukti, maka kasus tersebut akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lembata.

"Semalam juga langsung kita jemput istri yang bersangkutan untuk dilakukan visum di rumah sakit," ujarnya.

Yoce Martem menambahkan, hasil visum masih menunggu dari pihak rumah sakit.

GR dan NN terancam dijerat Pasal 284 KUHP tentang perzinahan dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan bulan.

Baca juga: Alfredo Vera: Saya Senang Jadi Pelatih Bagi Todd Ferre, Tapi Sayang Dia di Sanski PSSI

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI-P) Lembata Fransiskus Gewura mengatakan, akan mengambil sikap tegas jika GR terbukti melakukan kesalahan.

Frans begitu ia disapa menambahkan, pihaknya juga akan mengkaji persoalan yang dialami GR sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) partai.

Ia menambahkan, DPC PDI-P Lembata bakal membawa kasus ini ke DPRD untuk disidangkan dalam paripurna.

"Kita internal (PDI-P) ada aturannya, jadi kita rilis dari persoalan, kronologi yang ada lalu kita usulkan ke DPP PDI-P. Terkait keputusan (sanksi) ada di pusat," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved