Webinar UNICEF
Ahmad Arif : Pendekatan Intersektionalitas Untuk Peliputan di Papua
Pelatihan Jurnalis Ramah anak yang dilaksanakan Unicef bersama mitra, menghadrikan salah satu pembicara jurnalis senior dari Kompas
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Ri
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pelatihan Jurnalis Ramah anak yang dilaksanakan Unicef bersama mitra, menghadrikan salah satu pembicara yang juga merupakan jurnalis senior dari Kompas.
Dalam pemaparan materi secara virtual, Ahmad Arif menyampaikanya materi tentang Jurnalisme Emansipatif, untuk Jurnalis di Bumi Cenderawasih.
"Secara rinci, bagaimana jurnalis di Papua bisa memberitakan tentang Persoalan anak di Papua," kata Ahmad Arif, Selasa (1/12/2021) secara virtual.
Baca juga: AKBP Untung Sangaji Geram dengan HUT OPM: Silahkan Pergi ke Istana Presiden disana Ada Pemimpin Kita
Menurutnya, ada satu pendekatan Intersektionalitas untuk peliputan di Papua.
"Ada satu sudut pandang, yang menurut saya sangat relevan bagi jurnalis di Papua. Yakni pendekatan Intersektionalitas," ujarnya.
Kata dia, sebuah sudut pandang tersebut berdasarkan pandangan Profesor Hukum di Sekolah Hukum Universitas Colombia Universitas California di Los Angeles Kimberlé Crenshaw.
Baca juga: Tingkatkan Patroli dan Sambang Jelang HUT OPM, Situasi Pegubing Aman
"jika Anda melihat Ketimpangan Sebagai Masalah "Mereka" atau Masalah" Sayangnya Orang Lain", Itu Adalah Masalah," kata arif mengutip pendapat Kimberle Crenshaw.
Ia menambahkan, hal tersenut sangat penting lantaran, jurnalisme seharusnya mengungkapkan sisi lebih mendalam.
"Harus ada sisi lebih mendalam, dan mendorong yakni Perubahan Persepsi ,perubahan kebijakan dan penguatan diri (pembaca)," tambah dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ahmad-arif-jurnalis-senior-kompas.jpg)