Selasa, 5 Mei 2026

Virus Corona

Serba-serbi tentang Corona Varian Omicron, Gejala hingga Pencegahannya

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga saat ini gejala dari penularan varian Omicron masih belum diketahui jelas.

Tayang:
Istimewa
Ilustrasi - Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga saat ini gejala dari penularan varian Omicron masih belum diketahui jelas. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Virus Corona varian Omicron sudah terdeteksi di beberapa negara.

Diketahui, WHO telah menetapkan virus varian B.1.1.529 dengan nama Omicron sejak tanggal 26 November 2021, lalu.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga saat ini gejala dari penularan varian Omicron masih belum diketahui jelas.

Baca juga: WHO Peringatkan Penyebaran Covid-19 Omicron, Ini Saran untuk Negara tentang Syarat Perjalanan

Dikutip dari foxnews.com, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyatakan bahwa ciri-ciri gejala dari varian Omicron adalah sebagai berikut:

a. demam atau kedinginan

b. batuk

c. sesak napas atau kesulitan bernapas

d. kelelahan

e. nyeri otot atau tubuh

f. sakit kepala

g. kehilangan rasa atau bau baru, sakit tenggorokan

h. hidung tersumbat atau pilek

i. mual atau muntah

j. diare.

Virus Omicron

Kelompok ahli Technical Advisory Group on SARS-CoV-2 Virus Evolution (TAG-VE) mengatakan bahwa varian Omicron ini merupakan mutasi dan kombinasi dari virus corona.

Omicron ditemukan pertama kali pada 24 November 2021 lalu, di negara Afrika Selatan.

Disampaikan oleh WHO bahwa infeksi penularan varian Omicron ini terkonfirmasi berasal dari spesimen varian corona.

Omicron ini penularannya disinyalir lebih mengkhawatirkan, karena resiko infeksi ulang varian ini lebih cepat.

Jumlah kasus virus varian Omicron hingga saat ini masih terus meningkat.

Baca juga: Gejala Covid-19 Varian Omicron, Tidak Kehilangan Penciuman dan Indra Rasa

Beberapa laboratorium mendeteksi munculnya virus varian Omicron ini dari tes PCR.

Dari perkembangan penularannya virus varian Omicron ini lonjakan pertumbuhannya jauh lebih cepat dari yang sebelumnya.

Maka untuk menghentikan penyebaran dari varian Omicron ini, WHO meminta negara-negara untuk melakukan hal-hal berikut:

- meningkatkan upaya pengawasan terhadap varian SARS-CoV-2 yang beredar

- mendata secara lengkap database lonjakan penularan

- melaporkan kasus/cluster yang terinfeksi

- melakukan penyelidikan lapangan dan penilaian laboratorium untuk meningkatkan pemahaman tentang dampak potensial dari virus varian baru dan melakukan metode diagnostik, respons imun, antibodi netralisasi, atau karakteristik lain yang relevan untuk mengantisipasinya.

Pencegahan Penularan Virus Omicron

Selain itu masyarakat diingatkan untuk selalu mengikuti anjuran protokol kesehatan sebagai upaya mengurangi risiko penularan COVID-19.

Langkah-langkah yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

- Menggunakan masker yang pas

- Menjaga kebersihan tangan

- Menjaga jarak fisik minimal 1 meter dengan orang lain

- Meningkatkan ventilasi ruang dalam ruangan

- Menghindari keramaian

- Melakukan vaksinasi

- ketika batuk atau bersin tutup dengan siku atau tisu yang ditekuk

Bagaimana Proses Penularan Virus Omicron?

Proses penularan virus Omicron hingga saat ini menurut WHO masih belum jelas apakah lebih mudah menular dibandingkan varian lain atau tidak.

Resiko dari Virus Omicron?

WHO juga menyampaikan bahwa tingkat resiko keparahannya juga masih belum jelas.

WHO masih meneliti apakah data lonjakan pasien ini disebabkan oleh peningkatan jumlah keseluruhan orang yang terinfeksi, atau karena infeksi spesifik dari Omicron. 

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

Berita Varian Omicron Lainnya

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ciri-ciri Gejala Varian Omicron, Lakukan Cara Pencegahannya Berikut Ini!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved