Breaking News:

Kesehatan

April 2022, Jayawijaya Bakal Sosialisasikan Perbup Penanganan Malaria

Pada April 2022 mendatang, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua bakal menyosialisasikan penanganan malaria di daerah tersebut

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Koordinator Program Malaria Dinas Kesehatan Papua, Silas Mabui. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pada April 2022 mendatang, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua bakal menyosialisasikan penanganan malaria di daerah tersebut.

"Kabupaten Jayawijaya sudah punya Peraturan Bupati (Perbub) tentang penanganan malaria, yang nantinya di kampanyekan pada April 2022,"kata Penanggung Jawab Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Silas Mabui di Jayapura, Sabtu (4/12/2021).

Lanjut dia, sehingga pada 2022 nanti semua orang yang hendak datang ke Kabupaten Jayawijaya wajib melakukan pemeriksaan RDT malaria di Bandara, sama dengan Covid-19.

Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Kebakaran Satu Unit Rumah di Padang Bulan Jayapura

"Soal warga Non Papua, yang akan masuk ke Jayawijaya harus dilakukan pemeriksaan RDT malaria di bandara Sentani masih merupakan wacana,"ujarnya.

Dia mengatakan, jika nantinya kabupaten Jayawijaya masuk sebagai tahap kabupaten eliminasi, salah satunya stategi yg dilakukan adalah survelens migrasi.

Baca juga: Kaleidoskop 2021: Deretan Artis Indonesia yang Meninggal Dunia, Syekh Ali Jaber hingga Vanessa Angel

"Hal tersebut masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut diinternal pemerintahan kabupaten Jayawijaya,"katanya.

Menurut dia, setiap orang yang berangkat ke Jayawijaya maupun kabupaten tetangga wajib melakukan pemeriksaan malaria melalui darah di Bandara Sentani Jayapura.

Baca juga: Ubah Wajah Ibukota Provinsi, Pemkab Manokwari Dorong Pembangunan Dua Jalan Ini

Sehingga, lanjut dia, ketika mereka melewati Kabupaten Jayawijaya, dan itu harapan pemerintah setempat dan juga masyarakat di daerah tersebut.

"Jadi, peraturan bupati untuk penanganan malaria di Kabupaten Jayawijaya sudah keluar, saya baru dari Kabupaten Jayawijaya mengikuti pertemuan preasesmen untuk eliminasi malaria di Jayawijaya,"ujarnya.

Baca juga: Marciano Norman: Harus Ada Kompetisi Tingkat Dunia di Eks Venue PON Papua

Dinas Kesehatan Provinsi Papua berharap Jawijaya bisa mempercepat eliminasi malaria di wilayah itu pada 2023, jika mekanismenya lambat berarti pada 2025 baru eliminasi malaria di Jayawijaya.

"Dengan adanya eliminasi di satu kabupaten itu merupakan tolak ukur untuk kabupaten lain, harapan kami Papua bisa menyumbang eliminasi malaria di tanah Papua,"tambah dia.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved