Rabu, 8 April 2026

3 Kasus Viral yang Libatkan Oknum Polisi: Paksa Kekasih Aborsi hingga Penembakan di Tol

Kasus yang masih ramai dibahas adanya kasus oknum polisi di Mojokerto yang memaksa kekasihnya melakukan aborsi.

(KOMPAS/DIDIE SW)
Ilustrasi polisi RI - Kasus yang masih ramai dibahas adanya kasus oknum polisi di Mojokerto yang memaksa kekasihnya melakukan aborsi. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Viral di medsos beberapa menampilan kasus yang melibatkan oknum anggota polisi.

Namun viral tersebut bukan karena prestasi, melainkan karena terlibat kasus hukum, dari ketahuan selingkuh dengan istri orang, lalu penembakan di Exit Tol Bintaro.

Dan kasus yang masih ramai dibahas adanya kasus oknum polisi di Mojokerto yang memaksa kekasihnya melakukan aborsi.

Baca juga: Detik-detik Pria Duel Lawan Begal hingga Dapat 87 Jahitan, Sempat Teriak Minta Tolong ke Warga

Baca juga: Viral Video Penumpang di Dalam Pesawat Ricuh karena Tak Bisa Mendarat di Bali, Begini Kronologinya

Berikut tiga kasus viral yang dilakukan tiga oknum polisi dalam sepekan terakhir:

1. Ketahuan Selingkuhi Istri TKI

Di Pati, Jawa Tengah, seorang oknum polisi ketahuan nekat bermain api dengan seorang wanita bersuami.

Bahkan suami sah wanita itu menonton video asusila antara istrinya dan oknum polisi yang sudah sampai berhubungan badan.

Hal itu dilakukan oleh Bripka RY yang berdinas di Polsek Cluwak, Polres Pati, Jawa Tengah.

Dia bermain api dengan SA (30) yang notabene merupakan istri sah S.

Padahal Bripka RY dengan S masih ada hubungan kerabat.

Saat ini Bripka RY sedang menjalani sidang kode etik sebelum memutuskan hukuman apa yang akan diberikan kepada oknum polisi itu.

Hal itu setelah S melapor ke Polres Pati atas perselingkuhan yang terjadi.

S, warga Desa Gulangpongge, Kecamatan Cluwak, Pati, Jawa Tengah itu menceritakan kepedihan hati yang dialami atas ulah sang istri dan oknum polisi.

Dia mulai mencium gelagat mencurigakan dari istrinya tak lama setelah ia pulang dari Jepang.

Baca juga: Kisah Korban Erupsi Gunung Semeru, Dikepung Lava Panas hingga Ibu Hamil Lari Belasan Kilometer

S bekerja di Jepang selama lima tahun.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved