Papua Terkini
65 Persen Pembangunan BTS Difokuskan di Papua
Gubenur Lukas Enembe berharap pembangunan Base Transceiver Station (BTS) dapat memberikan maaf bagi masyarakat Papua.
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Gubenur Papua Lukas Enembe berharap pembangunan Base Transceiver Station (BTS) dapat memberikan maaf bagi masyarakat Papua.
"Kita tentu berharap agar pembangunana BTS memberikan manfaat maksimal dalam mendorong lajunya perekonomian mayarakat Papua," kata Enembe di Jayapura, Kamis (9/12/2021).
Baca juga: Anggota KKB Papua Dilumpuhkan di Yahukimo, TNI Sita Senjata Rampasan Milik Prajurit yang Dibunuh
Menurut Gubernur Lukas, dengan lajunya internet di bumi cenderawasih akan lebih membermudah masyarakat Papua dalam melakukan kegiatan E-Commerce.
"Karena semakin cepat akses internet, semakin mudah pula kegiatan E-Commerce di Papua," ujarnya.
Sekadar diketahui, 65 persen BTS nasional yang difokuskan di Papua sebanyak 5.204 BTS 4G yang nantinya akan dikerjakan selama 2021 - 2022 mentdatang.
Pembangunan ini meliputi beberapa tempat yakni, area 7, Papua tengah barat, Kemudian pada area 8, Papua tengah utara dan area 9, Papua timur selatan.
Seluruh BTS tersebut akan dibangun oleh mitra terpilih yaitu PT Telekomunikasi Seluler.
Baca juga: Cerita Korban Erupsi Semeru, Terjebak di Kepungan Lava dan Berlari Sekuat Tenaga
Direktur Bisnis Mitratel Noorhayati Candrasuci mengatakan, melalui program BTS 3T diharapkan bisnis Mitratel bisa menjangkau pelosok negeri ini dengan membangun ratusan menara telekomunikasi dan puluhan menara transmisi backbone.
Program BTS blankspot lastmile BAKTI dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Kominfo nomor 25 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi dan Informatika.
“Pembangunan BTS daerah blankspot 3T merupakan upaya untuk pemerataan layanan telekomunikasi bagi seluruh lapisan masyarakat bekerja sama dengan BAKTI. Pembangunan BTS 3T ini untuk menyediakan konektivitas telekomunikasi antar wilayah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat mengakses layanan telekomunikasi dan data secara adil dan merata di tanah air,” kata Noorhayati dikutip dari laman Kompas.com, Kamis (9/12/2021).
Baca juga: Fakta Kontak Tembak di Suru-suru Yahukimo, TNi Lumpuhkan 1 Anggota KkB
Noorhayati menjelaskan, saat ini Mitratel telah membangun lebih dari 516 site BTS perbatasan di seluruh Indonesia.
Adapun jumlah site terbanyak yang dikerjakan oleh Mitratel berada di wilayah Maluku dan Papua, yaitu sebanyak 364 site atau sebesar 70 persen dari semua site yang telah dibangun Mitratel.
Selain peran serta strategis di BTS perbatasan, Noorhayati bilang, Mitratel juga berperan dalam pembangunan lebih dari 60 menara transmisi backbone, khususnya di Papua dan Natuna.
Mitratel memiliki jangkauan layanan yang luas dan ekosistem bisnis telekomunikasi yang lengkap, serta memiliki rekam jejak nasional yang kuat di seluruh wilayah Indonesia.
“Kehadiran Mitratel diharapkan dapat mendukung akselerasi digitalisasi bangsa demi menghadapi era 5G dan mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu menjadi salah satu negara dengan ekonomi digital terbesar khususnya di Asia Pasifik pada tahun 2025,” kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/09122021-bts.jpg)