Sabtu, 11 April 2026

Papua Terkini

Natal KSBN Provinsi Papua Tampilkan Teater Dengan Tema Bakar Batu 

DPD Komite Seni Budaya Nusantara Provinsi Papua menggelar Ibadah Perayaan natal di Holtekamp dengan menampilkan pentas teater.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Ri
Tribun-Papua.com / Hendrik R Rewapatara
Suasana Pameran teater Bakar Batu di Natal KSBN Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Seni Budaya Nusantara Provinsi Papua menggelar Ibadah Perayaan natal di Holtekamp, Distrik Muara tami, Kota Jayapura, Senin (13/12/2021) Sore.

Menariknya, dalam perayaan ibadaah natal kali ini, akan ditampilkanya pentas teater oleh KSBN Papua dan Sangar Honai.

Lebih lanjut, teater yang ditampilkan dengan judul bakar batu, di mana Pimpinan produksi Jefri zeth Nendisa, untuk Sutradara dan Penulis Naskah Eka Nusa Pertiwi.

Baca juga: Persipura Dipastikan Lepas Sejumlah Pemain, Yevhen Bokhasvili Masuk Daftar Coret?

Dengan pemusik Hendrik Baransano, dan Pemain yakni Ezterlin , Frengky , Theresia, Ani , Maria dan .

Berdasarkan Pantauan Tribun-Papua.com, ibadah perayaan natal tersebut baru saja dilangsungkan, tepatnya 17.12 WIT. 

Sutradara dan Penulis Naskah Bakar Batu Eka Nusa Pertiwi mengatakan, pentas teater yang ditampilkan yakni bercerita tentang bagaimana suasana Pengungsian di beberapa Kabupaten di Papua.

Baca juga: Berkedok Ustad Cabul, Seorang Pria Dilaporkan ke Polres Mimika, Korban Anak dan Muridnya

"Hal yang membuat saya terinspirasi untuk tema 'bakar batu' yakni bagaimana kita melihat sudah mau hari natal, namun mereka di Pengungsian tidak merasakan hal tersebut, oleh sebab itu bagaimana bakar batu yaitu untuk kebersamaan namun di pengungsian hal tersebut tidak di rasakan," Katanya kepada awak media, Termaksud Tribun-Papua.com, Senin (13/12/2021) Malam.

Baca juga: Inilah Kondisi Pos Koramil Kisor, Saksi Bisu Tragedi Pembantaian 4  Prajurit TNI Secara Sadis

Menurutnya, bakar batu merupakan salah satu tradisi penting di Papua yang berupa ritual memasak bersama-sama warga satu kampung yang bertujuan untuk bersyukur, bersilaturahmi.

"Mengingat mereka di pengungsian tidak merasakan hari raya natal seperti kita di Kota, makanya saya menulis naskah tentang bakar batu tersebut," tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved