Jumat, 10 April 2026

Nasional

VIRAL Warga Lampung Gotong Keranda Jenazah Seberangi Sungai Berarus Deras

Warga terpaksa menyeberang sambil memegang seutas tali lantaran tidak ada jembatan untuk menuju areal pemakaman di seberang sungai.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Tangkapan layar video warga menggotong keranda jenazah melewati sungai menuju areal pemakaman.(KOMPAS.COM/DOK. Facebook) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Video warga menggotong keranda jenazah melewati sungai berarus deras viral di media sosial.

Warga terpaksa menyeberang sambil memegang seutas tali lantaran tidak ada jembatan untuk menuju areal pemakaman di seberang sungai.

Video berdurasi sekitar 52 detik itu diunggah akun bernama Kurniawan di Grup Facebook Berita Pesawaran Hari Ini, pada Jumat (17/12/2021) sore.

Dalam video menunjukkan serombongan warga menyeberangi sungai sambil menggotong sebuah keranda jenazah.

Baca juga: Warga Papua Diminta Siaga, BPBD: Cuaca Ekstrem

Pengunggah video, Kurniawan membenarkan peristiwa ini terjadi pada Jumat sore kemarin di kampungnya di Desa Penyandingan, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

"Iya, itu di desa saya. Sore kemarin ada warga yang meninggal dunia dan hendak dimakamkan," kata Kurniawan saat dihubungi, Sabtu (18/12/2021).

Kurniawan mengatakan, warga terpaksa menyeberang sambil menggotong keranda jenazah karena memang tidak ada akses lain menuju areal pemakaman desa.

Menurutnya, lokasi pemakaman berada di pinggiran desa. 

Baca juga: Niatnya Bikin Timnas Indonesia Panik, Taktik Malaysia Malah Diungkap Pemainnya

Satu-satunya akses hanya melalui bagian sungai yang dangkal dan berarus agak deras tersebut.

Hal ini lantaran tidak ada jembatan menuju areal pemakaman yang dipisahkan sungai selebar hampir 28 meter itu.

"Memang cuma itu jalannya untuk ke pemakaman karena enggak ada jembatan penghubung," kata Kurniawan.

Kurniawan menambahkan, peristiwa seperti yang divideokan itu bukan yang pertama kali terjadi.

"Sudah lama tidak ada jembatan dan ini sudah beberapa kali pemakanam seperti ini," kata Kurniawan.

Baca juga: Sejarah 18 Desember 1878: Diktator Uni Soviet Joseph Stalin Lahir

Jika sungai sedang meluap dan banjir dan ada warga yang meninggal dunia, pemakaman terpaksa ditunda hingga air sungai surut.

"Kemarin sebenarnya sempat banjir (meluap), untungnya pas tadi sore itu banjirnya sudah surut," kata Kurniawan.

Kurniawan mengatakan, warga setempat berharap pemerintah bisa membangun jembatan di lokasi tersebut.

"Tidak permanen tidak apa-apa, yang penting warga desa bisa lewat, karena ada juga warga desa yang berkebun di seberang sungai," kata Kurniawan. (*)

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved