Rabu, 13 Mei 2026

Papua Terkini

Maiton Gurik: Suatu Saat Orang Papua akan Angkat Panah dan Jubi Lawan Negara

Sejumlah kasus kekerasan di tanah Papua hingga terjadinya operasi militer menjadi potensi gesekan antara orang asli Papua dan aparat keamanan.

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
ILUSTRASI - Bentrok antarsuku terjadi di Kabupaten Nduga, Papua. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sejumlah kasus kekerasan di tanah Papua hingga terjadinya operasi militer menjadi potensi gesekan antara orang asli Papua (OAP) dan aparat keamanan dalam hal ini TNI-Polri.

Mengejar dan menyadarkan kelompok yang masih bersebrangan dengan NKRI masih terus dilakukkan.

Bahkan, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa telah mengultimatum empat matra TNI untuk lebih humanis dalam menghadapi KKB dan juga masyarakat Papua secara keseluruhan.

Bahkan, untuk menyadarkan para teroris yang dicap oleh negara tersebut, segala matra TNI dan juga Polri menerjunkan personilnya ke Bumi Cenderawasih.

Baca juga: Prada Yotam Bugiangge, Putra Asli Nduga Papua Kabur dari Kesatuan, Masih Ditelisik Motifnya

Berbagai label Satuan Tugas (Satgas) pun diterjunkan. Tak tau, sudah berapa ratus personil TNI-Polri yang diturunkan guna menertibkan Papua dari gangguan keamanan.

Melihat hal tersebut, CEO dan Founder Lembaga Riset Ekonomi Politik (Lempar) Papua Maiton Gurik, mengatakan peran militer di Papua sangat berpotensi besar menghasilkan rakyat sipil mengangkat senjata.

"Operasi militer sangat berpotensi besar menghasilkan rakyat sipil menjadi rakyat bersenjata. Suatu saat, semua orang Papua akan angkat jubi dan anak panah untuk melawan negara,"kata Maiton saat kepada Tribun-Papua.com, Senin (20/12/2021) di Jayapura.

Dikatakan, banyak negara-negara yang akhirnya dilawan oleh rakyatnya karena rakyatnya merasa dijajah oleh negaranya.

Gurik mengatakan, Indonesia sedang menciptakan rakyat Papua menjadi rakyat militer.

Baca juga: Ini Kronologis Prada Yotam Bugiangge Bawa Lari 1 Pucuk Senjata SS-2 VI, Berafiliasi dengan KKB?

"Kalau semakin hari seseorang itu kesabarannya habis, yang ada hanyalah kemarahan dan kebrutalan: Chaos," ujarnya.

Bahkan, menurut Gurik, negara tak mengurus konflik berkepanjangan yang sedang terjadi di tanah Papua.

"Beberapa daerah konflik saja belum diurus secara baik, apalagi kalau mengurus seluruh daerah konflik dari Sorong sampai Merauke," katanya.

TNI-Polri dan KKB Stop Tembak-tembakkan

Anggota Komisi V DPR Papua, Tarius Mull mengajak masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), menjelang natal dan tahun baru (nataru).

Baca juga: Shin Tae-yong Sempat Emosi dan Protes Wasit Saat 2 Pemain Timnas Indonesia Terkapar

"Saya berharap situasi Kamtibmas di Papua khususnya di Kabupaten Pegunungan Bintang untuk kita jaga bersama, supaya ketenangan, kedamaian natal berjalan baik," ujar Tarius kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Jumat (17/12/2021).

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved