Papua Terkini
Operasi Militer di Papua Berpotensi Membuat Rakyat Sipil Angkat Senjata
Gurik mengatakan, Indonesia sedang menciptakan rakyat Papua menjadi rakyat militer.
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - CEO dan Founder Lembaga Riset Ekonomi Politik (Lempar) Papua Maiton Gurik menilai, operasi militer di Papua sangat berpotensi besar menghasilkan rakyat sipil menjadi rakyat bersenjata.
"Operasi militer sangat berpotensi besar menghasilkan rakyat sipil menjadi rakyat bersenjata. Suatu saat, semua orang Papua akan angkat jubi dan anak panah untuk melawan negara,"kata Maiton saat kepada Tribun-Papua.com, Senin (20/12/2021) di Jayapura.
Baca juga: Proses Pemilihan Cawagub Papua Lama Mandek, Pemerintah Pusat Diminta Bertindak
Menurutnya, banyak kasus dibeberapa negara-negara terjajah melawan penjajah.
"Misalkan rakyat Jawa saat itu angkat tombak, busur dan alat tajam lainnya untuk melawan Jepang dan Belanda di tanah Jawa, rakyat Timur Leste atas Indonesia, rakyat Indian atas Inggris tapi merdeka dengan jalan damai, dan beberapa negara bekas terjajah lainnya," ucapnya.
Baca juga: Sempat Remehkan Timnas Indonesia, Veteran Malaysia Safee Sali Tuai Akibatnya
Gurik mengatakan, Indonesia sedang menciptakan rakyat Papua menjadi rakyat militer.
"Kalau semakin hari seseorang itu kesabarannya habis, yang ada hanyalah kemarahan dan kebrutalan: Chaos," ujarnya.
Gurik menambahkan, pemerintah pusat sampai saat ini tidak mengurus beberapa daerah konflik di Papua secara baik.
Baca juga: Ini Kronologis Prada Yotam Bugiangge Bawa Lari 1 Pucuk Senjata SS-2 VI, Berafiliasi dengan KKB?
"Beberapa daerah konflik saja belum diurus secara baik, apalagi kalau mengurus seluruh daerah konflik dari Sorong sampai Merauke, tentu saja akan sesak nafas dijalan," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/gerald-sokoy-di-tangan-kkb.jpg)