Senin, 11 Mei 2026

Papua Terkini

Operasi Militer di Papua Berpotensi Membuat Rakyat Sipil Angkat Senjata 

Gurik mengatakan, Indonesia sedang menciptakan rakyat Papua menjadi rakyat militer. 

Tayang:
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Istimewa
Gerald Sokoy (jaket biru sambil memegang kertas), tenaga kesehatan yang dikabarkan hilang pascapenyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang pada 13 September lalu, kini berada di tangan Tentara Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dikomandoi Lamek Taplo. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - CEO dan Founder Lembaga Riset Ekonomi Politik (Lempar) Papua Maiton Gurik menilai, operasi militer di Papua sangat berpotensi besar menghasilkan rakyat sipil menjadi rakyat bersenjata.

"Operasi militer sangat berpotensi besar menghasilkan rakyat sipil menjadi rakyat bersenjata. Suatu saat, semua orang Papua akan angkat jubi dan anak panah untuk melawan negara,"kata Maiton saat kepada Tribun-Papua.com, Senin (20/12/2021) di Jayapura.

Baca juga: Proses Pemilihan Cawagub Papua Lama Mandek, Pemerintah Pusat Diminta Bertindak

Menurutnya, banyak kasus dibeberapa negara-negara terjajah melawan penjajah. 

"Misalkan rakyat Jawa saat itu angkat tombak, busur dan alat tajam lainnya untuk melawan Jepang dan Belanda di tanah Jawa, rakyat Timur Leste atas Indonesia, rakyat Indian atas Inggris tapi merdeka dengan jalan damai, dan beberapa negara bekas terjajah lainnya," ucapnya.

Baca juga: Sempat Remehkan Timnas Indonesia, Veteran Malaysia Safee Sali Tuai Akibatnya

Gurik mengatakan, Indonesia sedang menciptakan rakyat Papua menjadi rakyat militer. 

"Kalau semakin hari seseorang itu kesabarannya habis, yang ada hanyalah kemarahan dan kebrutalan: Chaos," ujarnya.

Gurik menambahkan, pemerintah pusat sampai saat ini tidak mengurus beberapa daerah konflik di Papua secara baik.

Baca juga: Ini Kronologis Prada Yotam Bugiangge Bawa Lari 1 Pucuk Senjata SS-2 VI, Berafiliasi dengan KKB?

"Beberapa daerah konflik saja belum diurus secara baik,  apalagi kalau mengurus seluruh daerah konflik dari Sorong sampai Merauke, tentu saja akan sesak nafas dijalan," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved