ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Viral Video Ketua OSIS di Asahan Tarung Bebas dengan Siswa Lain, Sekolah Keluarkan 8 Anak Didiknya

Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan dua orang remaja berseragam SMA terlibat duel.

KOMPAS.COM
ilustrasi perkelahian - Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan dua orang remaja berseragam SMA terlibat duel. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan dua orang remaja berseragam SMA terlibat duel.

Dalam video yang berdurasi singkat tersebut, tampak keduanya saling baku puluk dan saling serang dengan menggunakan kaki.

Namun, siswa lain terlihat tidak berusaha melerai dan justru menyoraki sehingga situasi semakin panas.

Baca juga: Tabrak 2 Remaja dan Buang Mayatnya di Sungai, Ini Ciri-ciri Pelaku yang Masih Diburu Polisi

Baca juga: Jejak Prada Yotam yang Kabur saat Bertugas di Papua Ditemukan, Sempat Bawa Senjata Api

Belakangan terungkap, lokasi pengambilan video berada di kebun karet Jalan Pabrik Benang, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Keduanya saling pukul, hingga terbang-terbang karena persoalan sepele.

Menurut informasi, perkelahian kedua pelajar ini terjadi cuma karena saling tatap.

Kepala Sekolah MAN Asahan, Ramli mengatakan bahwa kedua pelajar yang berkelahi itu memang benar siswanya.

Keduanya adalah ALD dan FZI.

"Kejadiannya di luar sekolah. Namun, mereka masih mengenakan atribut sekolah. Keduanya berkelahi akibat bereng-berengan (saling tatap), dan salah satu memaki," ujar Ramli, Senin (20/12/2021).

Yang disayangkan oleh Ramli, ALD merupakan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di MAN Asahan.

Baca juga: Buntut Hadiah Bupati Cup Rp95 Ribu, Kadispora Dicopot Bupati Pandeglang: Ya Copot-copot Saja

Semestinya, ALD menjadi contoh yang baik.

"Seharusnya dia bisa menjadi contoh dan dapat mengayomi rekan-rekannya, ini malah dia yang mencoreng sekolah," katanya.

Ramli mengaku, saat ini kedua siswa tersebut sudah dikeluarkan dari sekolah, dan dikembalikan ke orang tuanya masing-masing.

"Karena orang tuanya pertama menitipkan anaknya kepada kami di sini, namun tidak dapat dibina, kami kembalikan ke orang tuanya," jelasnya.

Tak hanya ALD dan FZI, delapan orang rekannya yang lain juga ikut dikeluarkan akibat memanas-manasi situasi dan memviralkan perkelahian ini.

"Untuk yang hanya melihat dan tidak ikut memanasi, kami berikan buat surat pernyataan dan bila terlibat kembali akan kami keluarkan," katanya.

Baca juga: Viral Video Gubernur Sulut Marahi Warga yang Tutup Akses Jalan: Tidak seperti Ini Caranya

Ramli menyebut, proses itu dilakukan dengan cara konferensi kasus, dimana orang tua siswa dipanggil untuk mendengarkan keterangan dari anak-anaknya.

"Agar orang tuanya tahu apa kesalahan anak-anaknya dan mengetahui alasan kami kembalikan ke orang tuanya," katanya.

Ia tidak ingin ada stigma negatif terhadap sekolah karena masalah ini.

"Kalau tidak kita keluarkan, anak tersebut juga akan kasihan. Dia akan tinggal kelas karena penilaian sikap sudah tidak lulus," pungkasnya.

(Tribun-Medan.com/Alif Al Qadri Harahap)

Berita Daerah Lainnya

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved