Budaya Papua
Mengintip Prosesi Bakar Batu Masyarakat Papua di Jayapura
Bakar batu atau Barapen merupakan tradisi masyarakat asli Papua untuk mempererat tali persaudaraan, atau media komunikasi. Berikut prosesnya.
Penulis: Zaneta Chrestella Mirino | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Bakar batu atau Barapen merupakan tradisi masyarakat asli Papua untuk mempererat tali persaudaraan, atau media komunikasi.
Tradisi ini sangat unik. Dinamakan Bakar Batu karena benar-benar membakar batu.
Batunya lalu digunakan setelah panas.
Lantas bagaimana daging babi atau ayam dimasak dengan tradisi Barapen?.
Tribun-Papua.com berkesempatan menyaksikan prosesi bakar batu di Kota Jayapura pada Selasa (21/12/2021).
Baca juga: Paulus Ubruangge: Tradisi Bakar Batu Berasal dari Nenek Moyang Warga Papua
Paulus Ubruangge (42) selaku Koordinator Pembangunan Gereja Pos Penginjilan Sinai Timeri menjelaskan prosesi tersebut.
Awalnya, kata dia, kayu bakar harus dipersiapkan terlebih dahulu.
"Kayu bakar itu media untuk nantinya pada saat sudah disusun rapi beserta dengan batu, kita akan bakar hingga panas seperti arang," ujarnya, diwawancarai Tribun-Papua.com.
Sembari menunggu suhu batu semakin panas, daun pisang dan sayuran boleh disiapkan.
"Daun pisang bertujuan untuk membungkus daging yang telah dipotong, lalu dimasukan sayurannya dan dimasak jadi satu," jelasnya.
Selain itu, tak lupa menyediakan galian lubang pada tanah, berbentuk bulat sedikit dalam agar nantinya dapat dimasak.
Baca juga: Hari Ini Timnas Indonesia Vs Singapura, Elkan Baggot Jadi Sorotan Khusus Pelatih Lawan
"Itu seperti wadah besar kita masak jadi satu. Sebelum batu-batu dimasukkan, daun pisang ditutup ddengan sayuran."
"Lalu batu diangkat, kemudian tutup. Tambah sayuran lagi, dan daging dimasukkan dan ditutup batu lagi, sampai benar-benar cukup batunya," papar pria asal Kabupaten Nduga, Papua.
Sementara itu, proses masaknya sendiri membutuhkan waktu paling lama satu jam.
"Pastikan batu panas agar daging benar-benar masak dan bisa dimakan," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/bakar-batu-atau-barapen-merupakan-tradisi-masyarakat-asli-papua.jpg)