KKB Papua
Distrik Sugapa Papua, Daerah Rawan KKB yang Terus Dipantau TNI
Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya merupakan satu diantara daerah rawan kontak tembak yang melibatkan TNI-Polri dan Kelompok Kriminal Bersenjata.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua merupakan satu diantara daerah rawan kontak tembak yang melibatkan TNI-Polri dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Aksi terbaru dari KKB di wilayah tersebut adalah terlibat kontak tembak dengan personil Polsek Sugapa.
Selain kontak tembak tersebut, KKB juga memasuki kawasan Bandara Bilorai dan membakar rumah warga serta menembak secara brutal terhadap personil Satgas 521 dan personil BKO Brimob.
Baca juga: Jenderal Andika Perkasa: TNI Bekerja Dengan Normal Sikapi Situasi Papua
Tak hanya itu, KKB juga membakar bagunan gedung, mobil ambulance dan mobil tangki air milik bandara Bilorai.
Akibat aksi tersebut, sebanyak 5.859 warga memilih mengungsi dari lima titik mulai dari Polsek Sugapa terdapat 160 jiwa, Koramil Sugapa ada 20 jiwa, Gereja ST Mikael terdapat 2.405 jiwa, Gereja Katholik Agapa terdapat 3.000 jiwa.
Lalu di Gereja GKII Anthokia ada 124 jiwa dan Gereja Katholik Baitapa ada 150 jiwa. Jadi total keseluruhan masyarakat yang mengungsi untuk mencari tempat aman dari aksi brutal KKB sebanyak 5.859 jiwa.
Belajar dari pengalaman, anggota Koramil 1705-08/Sugapa dan Apter Kodim Persiapan melakukan pemantauan wilayah dan Komsos di sekitar Kota Sugapa, Selasa (22/12/2021).
Baca juga: Rubah Pola, Tahun Depan Polda Papua Kedepankan Soft Approach Policing
Dikutip dari instagram @kodam17 dalam pelaksanaannya anggota Koramil 1705-08/Sugapa menyampaikan kepada masyarakat Sugapa baik orang asli Papua (OAP) maupun pendatang agar ikut berpartisipasi bila mana terlihat adanya kejadian atau hal-hal menonjol atau orang yang mencurigakan agar segera melaporkan ke Koramil atau aparat keamanan yang ada di wilayah tersebut.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk menciptakan kondisi kondusif karena masyarakat Sugapa masih trauma terhadap kejadian kontak tembak KKB dan aparat kemanan beberapa waktu lalu.
Baca juga: Singapura Diuntungkan Tak ada VAR, Bermain Imbang Dengan Indonesia
Sekadar diketahui, kontak tembak terjadi di Intan Jaya pada akhir Oktober. Sebelumnya, KKB berhenti meneror aparat keamanan dan warga sipil selama enam bulan.
Aksi KKB dimulai dengan kontak dengan aparat keamanan pada 26 Oktober 2021 pukul 21.00 WIT di Sugapa. Dalam kontak tembak itu dua anak menjadi korban, yakni Nopelius Sondegau (2) meninggal dunia dan seorang anak bernama Yoakim Majau (6) yang terluka berat karena terkena tembakan.
Kemudian terjadi lagi kontak tembak pada Jumat (5/11/2021) pekan lalu di sejumlah lokasi di Sugapa. Dalam insiden ini, seorang anggota KKB bernama Oche Belau tewas. Selain itu, dua anggota TNI AD dan seorang warga sipil terluka.
”Situasi masih landai, tetapi masih terdengar beberapa kali bunyi tembakan dari kemarin hingga Selasa pagi. Kami juga telah mengirimkan satu peleton pasukan ke sana,” kata Kepala Satgas Penegakan Hukum Nemangkawi Kombes Faizal Ramadhani belum lama ini.
Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Sarankan 140 Dosis Vaksin Moderna Bagi Masyarakat Merauke
Ia menuturkan, kelompok kriminal bersenjata Undius Kogoya berada di balik aksi teror yang menyebabkan gangguan keamanan di Intan Jaya. Jumlah anggota kelompok ini sekitar 50 orang.
”Saat ini Satgas Nemangkawi bersama TNI telah menguasai fasilitas vital negara di Sugapa seperti bandara. Seluruh aparat keamanan di Intan Jaya dalam posisi masih bersiaga menghadapi kelompok ini,” tutur Faizal. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/23122021-tni_di_sugapa.jpg)