Sabtu, 13 Juni 2026

Kunker Panglima TNI

Jenderal Andika Perkasa: TNI Bekerja Dengan Normal Sikapi Situasi Papua

Papua menjadi satu-satunya daerah yang kini memiliki kelompok yang memiliki ideologi berbeda dengan NKRI.

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa tengah memberi keterangan pers kepada wartawan di Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Papua, Rabu (1/12/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Papua menjadi satu-satunya daerah yang kini memiliki kelompok yang memiliki ideologi berbeda dengan NKRI.

Kelompok tersebut biasa disebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang memiliki sayap pergerakan disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

KKB inilah yang sering kali melakukan teror terhadap warga sipil di wilayah pegunungan Papua.

Bahkan, KKB ini tak segan-segan menghabisi nyawa masyarakat sipil dan juga aparat keamanan dalam hal ini TNI-Polri.

Baca juga: Apapun Hasilnya, Timnas Indonesia Kini Jadi Juragan Handphone

Tak sedikit nyawa jadi taruhannya dalam aksi brutal para tokoh KKB tersebut, dan tak sedikit juga korban berjatuhan di kubu KKB, bahkan ada yang sudah tertangkap.

Dari data yang dihimpun Tribun-Papua.com sedikitnya ada 11 prajurit TNI yang meninggal, Empat dari Polri dan 19 dari warga sipil.

Menyikapi hal tersebut, Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa menilai pihaknya akan tetap menjaga Papua agar aman dan damai.

"Situasi keamanan di Papua kita ikuti saja dan berusaha untuk bekerja dengan normal," kata Jenderal Andika Perkasa saat berkunjung ke Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (22/12/2021).

Walau begitu, Jenderal Andika Perkasa tetap tegas bahwa apabila ada hal yang perlu dilakukan penindakan hukum maka pihaknya akan bersinergi dengan stakeholder yang lainnya.

"Pastinya iya, semisal yang punya kewenangan seperti penyidik Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan," ujarnya.

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Sarankan 140 Dosis Vaksin Moderna Bagi Masyarakat Merauke

Terkait kasus terbaru satu anggota TNI dari Kompi-C Yonis 756/WMS yang diduga melarikan diri berserta satu pucuk senjata api jenis SS-2 V1, Jenderal Andika memastikan pihaknya akan tteap mencari yang bersangkutan.

Diketahui, Prada Yotam Bugiangge, anggota Kompi C Yonif 756/WMS menghilang dari kesatuannya pada 17 Desember 2021 sekitar pukul 17.00 WIT.

Menghilangnya Prada Yotam setelah yang bersangkutan diketahui habiss berkomunikasi dengan seseorang melalui handphone pribadinya.

Jenderal Andika Perkasa bersama istri Hetty Andika Perkasa disambut tarian Yosim Pancar setibanya Rumah Sakit Modular Jenderal TNI L.B. Moerdani, Distrik Tanah Miring, Merauke, Papua, Rabu (22/12/2021).
Jenderal Andika Perkasa bersama istri Hetty Andika Perkasa disambut tarian Yosim Pancar setibanya Rumah Sakit Modular Jenderal TNI L.B. Moerdani, Distrik Tanah Miring, Merauke, Papua, Rabu (22/12/2021). (Tribun-Papua.com/Hidayatillah)

"Tim masih mencari informasi. Tetapi kalau prajurit tidak hadir tanpa izin dan melewati batas waktu tertentu akan disersi," kata mantanb KSAD TNI AD tersebut.

Dikatakan, prajurit yang meningalkan tugas akan dikenakan sanksi tegas dari kesatuan dan institusi.

Baca juga: Singapura Diuntungkan Tak ada VAR, Bermain Imbang Dengan Indonesia

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved