Papua Terkini
Mayton Gurik: Pembentukan BP3OK Papua oleh Pusat Berpotensi Jalan di Tempat
Maiton Gurik mengkritik hadirnya pembentukan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) oleh Pemerintah Pusat.
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - CEO dan Founder Lembaga Riset Ekonomi Politik (Lempar) Papua Maiton Gurik mengkritik hadirnya pembentukan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) oleh Pemerintah Pusat.
Diketahui, Badan ini dilahirkan oleh Pemerintah Pusat untuk harmonisasi program pembangunan di Papua.
Baca juga: BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di 4 Daerah Papua Hari Ini
"Setelah paksakan Otsus tahap II dilanjutkan, walau rakyat Papua sudah menolak 95 persen, kemudian Pemerintah Pusat bentuk Tim BP3OKP yang tidak jauh berbeda dengan UP4B yang pernah dibentuk masa Otsus jilid I agar kawal proses pembangunan di Papua," kata Mayton kepada Tribun-Papua.com, Senin (27/12/2021) di Kotaraja.
Menurutnya, kedua organiasi/lembaga tersebut sebagai bukti nyata pemerintah pusat tidak mempercayai pemimpin Papua.
"Hadirnya lembagai tersebut menandakan bahwa, Jakarta tidak bisa percaya Lukas Enembe, Timotius Murib, Jhony Rouw dan 29 Bupati Kabupaten/Kota di Papua sebagai perpanjangan tangan Jakarta, untuk mengelola dana Otsus,"ujarnya.
Baca juga: Pantau Laga Thailand Vs Vietnam, Shin Tae-yong: Kini Saatnya Indonesia Juara
Kata dia, Otsus tahap I melahirkan UP4B tapi implementasi nya tinggal nama.
Kemudian Otsus jilid II hari ini, pusat membentuk BP3OKP juga pasti berpotensi jalan ditempat.
"Buat kebijakan diatas kebijakan itu hanya menciptakan peluang korup dan merampok uang rakyat atas nama kebijakan,"ungkapnya.
Lebih lanjut kata dia, kebijakannya yang dibuat, praktek nya rakyat tetap menjadi mesin transaksi (objek).
Baca juga: Thailand Kehilangan Bek Terbaik Saat Jumpa Timnas Indonesia di Final Piala AFF, Ini Sosoknya
"Cara praktek sistem bobrok ini yang membuat sebagian rakyat Papua hari ini gabung dengan OPM dan ikut angkat senjata melawan negara Indonesia," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ilustrasi-dana-otsus-papua.jpg)