Senin, 27 April 2026

Fakta Pemuda di Nunukan Disekap dan Dipukuli Oknum Polisi sampai Pagi, Berawal Salah Panggil

Kasus dugaan pengeroyokan oleh sejumlah oknum polres Nunukan terhadap seorang pemuda berinisial R (21) masih dalam penyelidikan.

Editor: Claudia Noventa
ladbible.com
ILUSTRASI - Kasus dugaan pengeroyokan oleh sejumlah oknum polres Nunukan terhadap seorang pemuda berinisial R (21) masih dalam penyelidikan. 

TRIBUN-PAPUA.COM – Kasus dugaan pengeroyokan oleh sejumlah oknum polres Nunukan terhadap seorang pemuda berinisial R (21) masih dalam penyelidikan.

Diketahui, R dianiaya oleh oknum polisi setelah salah memanggil dua pengendara motor yang disangka temannya.

R yang merupakan warga Jalan Antasari Baru Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terlihat lemas saat menceritakan kronologi penganiayaan yang dialaminya.

Terlihat beberapa bagian tubuh tampak lebam diduga bekas penganiayaan tersebut.

Baca juga: Kronologi Pemuda Disekap dan Dianiaya Polisi Gegara Salah Panggil, Dipukuli Ramai-ramai hingga Pagi

Baca juga: Istri Tewas Dibunuh Suami, Keluarga yang Emosi Kejar dan Balas Bacok Pelaku

Sesekali meringis saat mengambil napas untuk memulai bicara, seringai kesakitan, nampak jelas dari mimik muka R.

"Bagian dalam perut masih terasa ngilu kalau dipakai gerak, saya dipukuli dari malam sampai jam enam pagi," ujar R, saat ditemui di rumahnya, Selasa (29/12/2021).

Luka lecet dan lebam tersebut diperoleh dari insiden yang terjadi Sabtu (25/12/2021) di depan toko tempatnya bekerja, di Jalan Tien Soeharto Nunukan Timur.

R menceritakan, sekitar pukul 01.00 Wita, ia melambaikan tangan sembari berteriak memanggil dua pengendara motor yang disangkanya temannya.

Ia tidak menyangka, teriakan yang disertai lambaian tangan tersebut dianggap tantangan, sehingga terjadi cekcok mulut berujung pemukulan.

"Saya didatangi oleh dua orang yang kukira temanku, awalnya yang bawa motor suruh saya duel dengan yang diboncengnya. Tapi karena perawakannya kecil, dia suruh saya lawan dia saja. Saya emosi, langsung saja saya hantam pelipisnya," tuturnya.

Bukannya mendapat perlawanan, korban pukulan hanya memberikan ancaman dan meminta R menunggu di lokasi tersebut.

"Dia bilang, saya salah orang kalau main pukul dan langsung pergi. Begitu kembali, dia bawa sekitar lima orang dan mengeroyok saya," lanjutnya.

R lalu diseret ke tengah aspal, diminta tiarap dan diminta menengadah.

Saat itu dia melihat pistol ditodongkan ke kepalanya dan dia akhirnya memilih pasrah.

Ia sangat terkejut karena ternyata orang yang dia pukul adalah aparat polisi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved