Breaking News:

Papua Terkini

Harga BBM di Tolikara Papua Tembus Rp100 Ribu per Liter, Tukang Ojek Ngeluh ke Presiden Jokowi

Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin saat ini mengalami penurunan pasokan di Kabupaten Tolikara, Papua.

Editor: Roy Ratumakin
Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI - Petugas saat mengisi BBM mobil di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (31/8/2018). Saat ini sebanyak 60 terminal BBM Pertamina telah menyalurkan Biodiesel 20 persen atau B20 untuk PSO (Public Service Obligation/Subsidi). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin saat ini mengalami penurunan pasokan di Kabupaten Tolikara, Papua.

Hal ini menyebabkan sejumlah wilayah di daerah tersebut mengalami kelangkaan dan berimbas harga besin pun melonjak tinggi dari harga sewajarnya.

Akibat harga yang melambung tinggi, para tukang ojek yang tergabung dalam Abang Ojek Tolikara menyampaikan aspirasinya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait hal tersebut.

Baca juga: Pertamina Klaim Stok BBM Saat Nataru AMAN

Keluhan tersebut dilayangkan dalam bentuk rilis yang mempertanyakan harga BBM di beberapa distrik dan kecamatan mengalami kenaikkan hingga Rp 100 ribu per liternya.

"Harga bensin sekarang di Kota Karubaga, pusat ibukota Kabupaten Tolikara sekitar Rp 50.000 per liter sementara harga solar sekitar Rp 40.000 per liter," kata Ketua Persatuan Abang Ojek Tolikara Cristian Kogoya seperti dikutip dari laman Kompas.com, Selasa (4/1/2022).

"Apalagi di distrik-distrik pelosok seluruh Tolikara harga BBM bensin dan solar melonjak lebih tinggi kira-kira Rp 100.000 per liter," lanjutnya.

Tingginya harga BBM tersebut, sambung Cristian, berimbas pada tarif ojek. Tarif bahkan bisa mencapai Rp 400.000 untuk tujuan tertentu.

"Distrik Goyage misalnya salah satu distrik terdekat berjarak lebih dari 15 kilometer dari Kota Karubaga, ongkos ojek sebelumnya Rp 200.000 sekarang naik Rp 400.000," kata dia.

Baca juga: Merebak Isu BBM Langka di Kota Sorong, Petugas Pertamina dan SPBU Alami Tekanan Mental

Akibatnya, konsumen di Tolikara sangat terbebani ongkos ojek yang melambung tinggi akibat naiknya harga BBM eceran.

Hal tersebut sangat memberatkan masyarakat karena sebagian warga sangat mengandalkan ojek motor untuk aktivitas mereka.

Baca juga: Persebaya Dukung Penuh Keinginan Ricky Kambuaya Lanjutkan Karir di Luar Negeri

"Mahalnya harga BBM ini membuat masyarakat dari kampung sulit ke kota untuk menjual hasil pertanian dan membeli kebutuhan rumah tangga," kata Cristian.

Cristian pun berharap, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat membuat kebijakan agar situasi di Tolikara bisa segera teratasi. Mereka meminta, pemerintah melakukan intervensi.

"Persatuan Abang Ojek Tolikara Papua minta kepada Pemerintah Pusat terutama Presiden Joko Widodo (Jokowi) supaya menurunkan harga BBM yang melonjak," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved