Breaking News:

Papua Terkini

Ini Jawaban Jubir Soal Sorotan Kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe

ivai Darus mengatakan terkait sorotan kesehatan Lukuas Enembe dari sejumlah tokoh masyarakat telah menyebabkan kegaduhan.

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Dian Mustikawati for Tribun-Papua.com
Juru Bicara Gubernur Papua, Rivai Darus. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Juru Bicara Gubernur Papua, Rivai Darus mengatakan terkait sorotan kesehatan Lukuas Enembe dari sejumlah tokoh masyarakat telah menyebabkan kegaduhan.

"Terkait argumentasi gubernur yang sakit-sakitan telah mengakibatkan kegaduhan birokrasi dan minusnya pelayanan publik yang disampaikan oleh sebuah kelompok, Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan bahwa argumentasi tersebut tidak berdasar," kata Rivai dalam rilis yang diperoleh Tribun-Papua.com, di Jayapura, (5/1/2022).

Baca juga: 25 Januari 2022, Tugas Satgas Nemangkawi Berakhir, Selanjutnya?

Menurut Rivai, pasca-pengobatan Gubernur Lukas Enembe di Singapura pada beberapa bulan yang lalu memang telah dilakukan sejumlah penataan organisasi pada Pemerintahan Provinsi Papua yang semata-mata untuk memperkuat koordinasi dan mengakselerasi kinerja.

"Gubernur Lukas Enembe sebagai Warga Negara Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pemenuhan hak atas kesehatan dengan berbagai macam cara, baik pencegahan dan penyembuhan," jelasnya.

Oleh sebab itu, kata Rivai, proses pengobatan yang dijalani oleh Gubernur Lukas Enembe telah menempuh prosedur yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada, termasuk mendapat izin dari Mendagri untuk melakukan medical check-up bertepatan pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Rivai menyampaikan, sejumlah tokoh yang telah meminta Gubernur Lukas Enembe mundur untuk dapat memperkaya diri atas informasi yang valid.

Baca juga: Pemerintah Harus Konkrit Dalam Penyelesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat di Papua

"Gubernur Lukas Enembe meminta kepada sejumlah tokoh yang mendesaknya untuk mundur ataupun digantikan oleh pejabat yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat agar lebih dulu memperkaya diri atas informasi yang valid terkait kondisi fisik Gubernur dari otoritas resmi ataupun yang berwenang. Gubernur juga menyayangkan narasi-narasi keliru yang masih dalam koridor hipotesis sudah dianggap sebagai sajian ilmiah oleh kelompok tersebut," tegasnya.

Menurut Rivai, Gubernur Lukas Enembe telah menerima sejumlah masukan dan kritik yang diberikan oleh sejumlah tokoh menyoal kondisi fisiknya.

Baca juga: Sejarah Korps Wanita Angkata Laut, Pertama Bertugas 1 Mei 1963 di Hollandia (Jayapura)

"Gubernur menganggap bahwa penyampaian pendapat yang datang dari sudut pandang setiap kelompok masyarakat Papua akan selalu diterima dan menjadi masukan yang berharga bagi kepemimpinannya, selama koridor yang digunakan selalu dalam ruang yang sejuk, damai dan beretika," katanya.

Selain itu, Rivai menyampaikan, Gubernur Lukas Enembe juga meminta maaf apabila dalam penyampaian beberapa pidato ataupun sambutannya di sejumlah acara terlihat terbata-bata.

"Namun daya kritis dan manajemen kepemimpinan yang beliau miliki masih teramat tebal dan kaya dan Gubernur menyampaiakan untuk menjadi pemimpin bukan hanya membutuhkan mulut yang bisa berbicara, tetapi jauh dari itu, pemimpin membutuhkan otak yang mampu berpikir tangkas dan hati yang tulus dalam pengabdiannya," ujarnya.

Baca juga: Dua Pemain Papua Perkuat PSM Makassar, 1 Adalah Mantan Pemain Persipura

Kata Rivai, Gubernur Lukas Enembe juga menyampaikan agar masyarakat adat yang ada di seluruh tanah Papua untuk tidak terpecah oleh agenda-agenda yang bertendensi adu domba.

"Beliau tidak anti terhadap kritik, tapi jangan sekali-kali menggunakan atribut politik yang dapat memantik api polemik, oleh sebab itu, Gubernur Lukas Enembe mengajak kepada seluruh tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang ada di Papua untuk menjaga perdamaian dan ketentraman," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved