Jumat, 8 Mei 2026

Banjir Jayapura

Banjir Landa Kota Jayapura, Aktivitas Lumpuh Total

Akibat Banjir aktivitas di Kota Jayapura lumpih total lantaran akses jalan tidak dapat di lalui pengendara.

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Ri
Istimewa
Potret banjir yang terjadi di Kali Acai Abepura Jayapura Papua, Jumat (7/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Bencana Banjir akibat hujan deras selama 10 jam terjadi di sejumlah titik, yang ada di Kota Jayapura Provinsi Papua.

Berdasarkan pantauan Tribun-Papua.com Jumat (7/1/2022), banjir melanda Kota Jayapura secara umum, hampir semua distrik di ibu kota Provinsi Papua itu terendam banjir.

Banjir teramati setinggi 1 meter di Kawasan Pasar Youtefa Abepura, dan menenggelamkan pasar sentral tersebut.

Selain itu, lokasi terparah juga terpantau di area CV Thomas Kawasan Entrop yang menjadi langganan banjir.

Kawasan depan Kantor Gubernur Dok II yang terletak di Jalan Soa Siu, juga terendam banjir parah.

Baca juga: 10 Jam Diguyur Hujan Deras, Kota Jayapura Dilanda Banjir

Secara umum, banjir juga teramati merata di Distrik Abepura, Heram, Hedam, Jayapura Selatan, dan Jayapura Utara.

Beberapa waktu lalu, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura mengimbau masyarakat Papua untuk mewaspadai fenomena La Nina.

Dony menjelaskan, sebenarnya fenomena La Nina ini ialah suatu anomali kenaikan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik.

Baca juga: Kota Jayapura Dilanda Banjir, Listrik Dipadamkan Sejak Malam

"Jadi akumulasi dari sinar matahari dan arus laut, sehingga menyebabkan suhu terkadang lebih dingin dan juga bisa normal," jelasnya.

Ia melanjutkan, kenaikan suhu di Samudera Pasifik tersebut secara tidak langsung mempengaruhi intensitas curah hujan di wilayah Indonesia pada umumnya.

"Jadi kondisinya di sana (Samudera Pasifik) suhunya lebih mendingin, maka terjadi penguapan lebih tinggi sehingga curah hujan lebih banyak," sambungnya.

Baca juga: Kapolda Papua: Data Capaian Vaksinasi di Papua Tidak Valid, Ini Alasannya

Adapun dikatakannya, siklus fenomena La Nina ini terjadi mulai dari November hingga April 2022 mendatang.

"Kalau untuk Jayapura dan Sarmi, berdasarkan analisa kami tahun 2020 lalu, itu peningkatan curah hujannya 10% sampai 40%," sebutnya.

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved