Papua Terkini

Kapolda Papua: Data Capaian Vaksinasi di Papua Tidak Valid, Ini Alasannya

Kapolda Papua meminta data kependudukan untuk diverifikasi data ulang, kerna membuat persentase capaian vaksinasi Covid-19 di Papua paling rendah.

Editor: Ri
istimewa
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri 

TRIBUN-PAPUA.COM – Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri meminta data kependudukan untuk diverifikasi data ulang.

Hal itu dikarenakan, data yang tercatat tidak sesuai dengan real di lapangan.

Fakiri menyebutkan berdasarkan data tersebut menyebabkan persentase capaian vaksinasi Covid-19 di Papua paling rendah di Indonesia.

Sehingga data kependudukan yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tidak dapat dijadikan acuan jumlah sasaran vaksinasi, terutama di wilayah pegunungan.

Baca juga: Sosok Letkol di Balik Sang Jenderal Polisi Asal Mappi Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhir

“Capaian vaksinasi di Papua baru mencapai 20,74 persen data kependudukan tidak sesuai dengan yang ada di lapangan harus diverifikasi ulang,” ucapnya saa diwawacarai di ruang kerjanya, Kamis (6/1/2022) siang.

Meski begitu, Fakiri mengakui bahwa ada hambatan dalam menjalankan program vaksinasi. Terutama di wilayah pegunungan yang masih ada penolakan dari masyarakat.

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Vaksinasi di Pedalam Papua Rendah

Namun pihaknya optimis hal tersebut bisa diatasi dengan adanya sosialisasi secara komprehensif.

"Di gunung yang paling mudah bisa kita sentuh itu ASN, para pedagang, pekerja, ini kita vaksin semua," katanya.

Fakiri mengaku sudah berkirim surat ke Badan Pusat Statistik (BPS) Papua untuk memperbaiki data kependudukan.

Baca juga: Ikuti Jejak Orang Tua, Kini Irjen Mathius Fakhiri Lampaui Pangkat Sang Ayah

Bahkan, pihaknya bersedia untuk dilibatkan jika akan dilakukan sensus penduduk ulang untuk mendapat angka pasti jumlah penduduk di Papua.

"Bukan tugas kita untuk mendata masyarakat, itu bagian pemerintah daerah dan BPS. Kalau mereka mau mendata dengan benar, mari kita bekerja bersama-sama supaya Papua ke depan mempunyai validasi data," kata Fakiri.

Baca juga: Geografis, Transportasi dan Gangguan Keamanan Jadi Faktor Cakupan Vaksinasi Rendah di Nduga Papua

Sementara itu, BPS Papua telah merilis hasil Survei Penduduk 2020 pada akhir 2021 lalu. Hasilnya, jumlah penduduk Papua sebanyak 4,3 juta jiwa atau mengalami kenaikan 1,47 juta jiwa dibanding data tahun 20

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved