Breaking News:

Banjir Jayapura

BBMKG Jayapura Tepis Penyebab Curah Hujan Ekstrim karena Fenomena La Nina

BBMKG Wilayah V Jayapura, menepis penyebab curah hujan ekstrim yang melanda Kota Jayapura diakibatkan murni karena fenomena La Nina.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
TERGENANG - Pasar Youtefa Abepura di Kota Jayapura, Papua, tenggelam akibat hujan lebat menlanda Kota Jayapura sepanjang Rabu (6/1/2022) malam hingga Kamis (7/1/2022) subuh. Tampak aparat keamanan berupaya mengvakuasi warga yang tinggal di area pasar. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura, menepis penyebab curah hujan ekstrim yang melanda Kota Jayapura diakibatkan murni karena fenomena La Nina.

Hal itu disampaikan Koordinator Bidang Pelayanan Jasa Balai Besar BMKG Wilayah V Jayapura Ezri Ronsumbre, kepada Tribun-Papua.com Jumat (7/1/2022).

"Karena memang berdasarkan catatan ke belakang, banjir yang terjadi tahun 2013, 2014, hingga banjir bandang Sentani 2019 lalu, tidak ada hubungannya dengan La Nina," katanya.

Baca juga: Akibat Banjir Jayapura, 500 Warga Mengungsi

Sehingga fenomena La Nina tidak dapat dijadikan penyebab utama, ataupun satu-satunya terhadap peningkatan curah hujan yang mengakibatkan longsor dan banjir.

"Memang ada faktor lain, yakni yang menjadi utama itu peningkatan aktivitas curah hujan sama seperti banjir-banjir sebelumnya yang pernah terjadi," katanya.

Ditambahkannya, jika fenomena La Nina tersebut efeknya global, dan kalau di tingkatan di bawah level global, yakni level regional.

"Nah pemicunya itu ada pada level regional, hanya saja fenomena La Nina sedang aktif dan saling mengaitkan sehingga interaksinya lebih kuat," katanya

Dalam kesempatan itu, pihaknya menyampaikam periode Bulan Januari hingga Maret memang secara klimatologis, ialah puncaknya musim penghujan di Kota Jayapura dan sekitarnya.

Baca juga: Kantor Gubernur hingga Rumah Sakit Terendam Banjir, 3 Perahu Karet Dikerahkan untuk Evakuasi Warga

"Prediksi untuk tahun 2022 itu puncak intensitas curah hujan terjadi pada Februari mendatang, hanya saja sekali lagi tetap kami ingatkan tingkatkan kewaspadaan di 3 bulan awal ini," terang Ezri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved