AKBP Untung Sangaji
Pukul Banci, Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji Pernah di Penjara
Saat menjabat sebagai Kapolres Aceh Utara, Polda Aceh, AKBP Untung Sangji menceritakan dirinya pernah dipenjara seminggu lantaran memukul banci.
TRIBUN-PAPUA.COM, – AKBP Ir. Ahmad Untung Surianata atau di sapa AKBP Untung Sangaji adalah pria berdarah Maluku.
Pria kelahiran 6 Juni 1965 adalah lulusan Sepa tahun 1995.
AKBP Untung Sangaji adalah seorang perwira menengah Polri yang sejak 13 Oktober 2020 menjabat sebagai Kapolres Merauke.
Baca juga: Sosok Nicolaas Jouwe Pendiri OPM, Namun Kini Mengakui Papua Bingkai dari NKRI
Jabatan terakhir perwira Polri asal Maluku ini adalah Kasubbagjiansisops Bagjiansis Rojianstra Sops Polri.
Sebelum menjabat sebagai Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji pernah menduduki jabatan yakni Pamen Pusdikpolair Lemdiklat Polri, Kapolres Aceh Utara[1] (2016), Wadirpolair Polda Sumut[2] (2018) dan Kasubbagjiansisops Bagjiansis Rojianstra Sops Polri (2019).
Baca juga: Masih Ingat Martuani Sormin, Mantan Kapolda Papua: Nyaris Dikeluarkan Dari Sekolah, Ini Kisahnya
Pria yang biasa disebut Untung Sangaji tersebut dikenal sebagai polisi penembak pelaku bom di kawasan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta, pada Januari 2016.
Pukul Banci
Dibalik kisah heroic Polisi pemberani ini yang berhasil menembak mati 4 dari 7 terori bom Sarina, ada kisah menarik yang pernah diceritakannya.
Saat menjabat sebagai Kapolres Aceh Utara, Polda Aceh, AKBP Untung Sangji menceritakan dirinya pernah dipenjara seminggu lantaran memukul banci.
Baca juga: Ikuti Jejak Orang Tua, Kini Irjen Mathius Fakhiri Lampaui Pangkat Sang Ayah
“Karena (banci tersebut) menggoda teman saya. Saya jujur dan tidak suka bohong,” ucapnya seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Dimarahi Keluarga
Dikutip dari diskusi di Warung Daun Sikini, Jakarta, beberapa tahun lalu, tugas AKBP Untung Sangaji kerap dikeluhkan oleh keluarga, baik anak maupun istri. Bahkan tidak jarang dimarahi lantaran tugas yang kerap bersinggungan dengan maut dan kematian.
Baca juga: Sosok OPM Egianus Kogoya, Pembunuh Berdarah Dingin dan Pembantai 17 Pekerjan Jalan di Papua
"Anak istri saya maki-maki saya kalau mati gimana. Saya Untung Mam, saya milik masyarakat," ujarnya.
Pria yang hobinya berkendara moge (motor gede) bercerita kerap mengalami kejadian mengerikan. Yakni ditembak ketika sedang asyik mengendarai moge.
“Di Aceh saya 3 kali ditembak dan di Jakarta 4 kali ditembak,” ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/sepatu-natal-kapolres.jpg)