Breaking News:

Kronologi Bentrokan Antarwarga di Jayawijaya, Berawal dari Pembunuhan Seorang Warga

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengungkapkan alasan terjadinya bentrok antarwarga Lanny Jaya dengan Nduga di Distrik Wouma.

Editor: Claudia Noventa
Tribun-Papua.com/Istimewa
Aparat keamanan bersama unsur Forkompinda Jayawijaya dan Lanny Jaya tengah menemui massa dari warga Lanny Jaya yang bertikai dengan warga Nduga, di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (10/1/2022)(Dok Humas Polda Papua) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengungkapkan alasan terjadinya bentrok antarwarga Lanny Jaya dengan Nduga di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Diketahui, bentrokan tersebut berawal dari pembunuhan terhadap salah seorang warga. 

Warga bernama Sibelu Gwijangge diduga dibunuh saat melakukan pertemuan untuk menyelesaikan masalah soal perempuan.

Aparat keamanan bersama unsur Forkompinda Jayawijaya dan Lanny Jaya tengah menemui massa dari warga Lanny Jaya yang bertikai dengan warga Nduga, di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (10/1/2022)(Dok Humas Polda Papua)
Aparat keamanan bersama unsur Forkompinda Jayawijaya dan Lanny Jaya tengah menemui massa dari warga Lanny Jaya yang bertikai dengan warga Nduga, di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (10/1/2022)(Dok Humas Polda Papua) (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Menurut Kamal, warga Nduga dan keluarga Sibelu tak terima ada anggota keluarganya yang dibunuh saat pertemuan tersebut. 

"Mereka tidak terima keluarganya dibunuh pada saat pertemuan untuk menyelesaikan masalah perempuan, sehingga akan melakukan aksi balasan terhadap pihak pelaku dari masyarakat Lanny Jaya yang bermukim di Kampung Wesakma, Distrik Wouma," ujar Kamal melalui keterangan tertulis, Selasa (11/1/2022).

Baca juga: 2 Orang Tewas dan 24 Terluka dalam Bentrokan Antarwarga Lanny Jaya dan Nduga

Baca juga: Viral Video Pengakuan Driver Ojol yang Diduga Dipukul Oknum Polisi saat Lapor Kehilangan Motor

Pembunuhan terhadap Sibelu terjadi pada Sabtu (8/1/2022) dan berujung penyerangan yang dilakukan keluarga korban.

Menurut Kamal, pada hari itu sekitar pukul 15.40 WIT, pihak korban dari masyarakat Nduga dengan jumlah kekuatan sekira 150 orang turun dari Ilekma menuju Wouma dengan membawa alat-alat perang tradisional berupa panah, kapak, parang, dan tombak.

Setelah sampai di Wouma, masyarakat Lanny Jaya merespons serangan tersebut dengan jumlah kekuatan sekitar berjumlah 300 orang hingga akhirnya terjadi saling serang.

Sementara massa dari pihak Nduga membakar dua unit rumah milik warga di Wouma.

"Aksi saling serang tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka senjata tajam," kata Kamal.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved