Breaking News:

Banjir Jayapura

Aksi Bersih dan Tanam Pohon, Cara PDAM Jayapura Selamatkan Air Bersih Bersama Pemuda Sentani

Mereka menyasar Daerah Aliran Sungai (DAS) jalur pipa, dan material banjir seperti sedimentasi pasir dan kerikil, serta dahan dan dedaunan.

Tribun-Papua.com/Istimewa
AKSI BERSIH - Dirut PDAM Jayapura bersama Pemuda Kampung Sereh di Sentani usai melakukan aksi bersih-bersih dan penanaman pohon di intek air di pegunungan Cycloops, Kabupaten Jayapura, Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-PapuaCom, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Aksi bersih sumber air digelar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura bersama pemuda Kampung Sereh di Kabupaten Jayapura, Sabtu (15/1/2022).

Aksi ini, menyusul rusaknya sejumlah pipa di hulu sumber air, pascabanjir melanda Kota dan Kabupaten Jayapura, pekan lalu.

Sekitar 50 orang gabungan dari petugas PDAM dan pemuda turun tangan dalam aksi tersebut.

Baca juga: Pipa PDAM Rusak, 21.000 Pelanggan di Jayapura Krisis Air Bersih

Baca juga: Pengerjaan Intake Kojabu Capai 80%, Dirut PDAM Jayapura: Rabu Ini Normal

Mereka menyasar Daerah Aliran Sungai (DAS) jalur pipa, dan material banjir seperti sedimentasi pasir dan kerikil, serta dahan dan dedaunan.

Direktur Utama PDAM Jayapura Dr. H. Entis Sutisna, aksi tersebut adalah program awal tahun PDAM Jayapura dalam memastikan sumber air tetap terjaga.

"Ini adalah program awal di tahun 2022,  untuk memastikan bahwa seluruh sumber air yang dikelola PDAM Jayapura bisa dijaga kelestarian dan kualitasnya," ujar Direktur PDAM Jayapura, Entis Sutisna lewat rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com.

Nantinya, PDAM Jayapura juga melakukan penanaman pohon, dalam rangka menghijaukan dan menyangga DAS.

"Hal tersebut dilakukan agar mencegah kejadian patahnya pipa transmisi di jalur Kojabu, dan bisa diantisipasi dengan adanya daerah penyangga."

Baca juga: Apa Tujuan Mensos Bangun Lumbung Sosial di Kota Jayapura?

"Program penamaman pohon nantinya akan dilaunching di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura," katanya.

Nantinya, penanaman pohon diharapkan jadi gerakan peduli sumber air, dan dilakukan sebulan sekali di dua daerh tersebut.

"Ini nantinya untuk menjaga Pegunungan Cycloops yang membentang dari wilayah Angkasa hingga ke Sentani agar bisa terawat dan lestari," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved