Banjir Jayapura

Pipa PDAM Rusak, 21.000 Pelanggan di Jayapura Krisis Air Bersih

Puluhan ribu pelanggan terdampak itu tersebar di empat distrik; Abepura, Heram, Jayapura Selatan, dan Jayapura Utara. Belum lagi di Kabupaten Jayapura

Istimewa
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura telah menyiapkan 2 tanki air dan juga 300 karton air mineral merek Nanwangi, untuk didistribusikan kepada korban terdampak banjir di Kota Jayapura Papua, Senin (10/1/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura mencatat 60 persen atau 21.000 lebih pelanggan air bersih terhenti, sejak banjir melanda Kota Jayapura pada Kamis (6/1/2022) malam.

Puluhan ribu pelanggan terdampak itu tersebar di empat distrik; Abepura, Heram, Jayapura Selatan, dan Jayapura Utara. Belum lagi di Kabupaten Jayapura yang juga terdampak banjir.

Penyebabnya, pipa pada sejumlah intake atau sumber aliran air PDAM rusak akibat diterjang banjir.

"Sejak terjadinya banjir pada tanggal 6 Januari 2022 itu, tepatnya 60 persen layanan PDAM Jayapura terhenti karena ada beberapa sumber air (intake), yang mengalami gangguan," ungkap Direktur Utama PDAM Jayapura Entis Sutisna kepada Tribun-Papua.com, pada Senin (10/1/2022).

Baca juga: Banjir Tak Kunjung Surut, Jayapura Krisis Air Bersih: Pipa Utama PDAM Putus

Baca juga: Pipa Transmisi Utama PDAM Putus, Jayapura Terancam Krisis Air Bersih

Rusaknya pipa pada sejumlah intake PDAM sudah diketahui sejak hujan deras selama satu malam, sejak Kamis (6/1/2022) malam, hingga Jumat (7/1/2022) pagi.

"Pada saat waktu kejadian itu, kami menerima laporan, seperti di Distrik Jayapura Utara yakni daerah Angkasa itu pipanya patah, jadi tak bisa lagi alirkan air," katanya.

Kerusakan pipa di Distrik Jayapura Utara seperti di intake Kali Kem, dan Kali Anafre.

JAYAPURA TERKINI - PDAM Jayapura mengerahkan 1 unit excavator, untuk melakukan perbaikan Intake Kojabu, yang pipanya mengalami kerusakan parah, Selasa (11/1/2022).
JAYAPURA TERKINI - PDAM Jayapura mengerahkan 1 unit excavator, untuk melakukan perbaikan Intake Kojabu, yang pipanya mengalami kerusakan parah, Selasa (11/1/2022). (Entis Sutisna for Tribun-Papua.com)

Akibatnya, PDAM tak dapat memberikan pelayanan air bersih, karena tingkat kekeruhan cukup parah.

"Pantauan kami di lapangan, intake Entrop jalur Jaya Asri juga mengalami kerusakan, dan air yang ada alami kekeruhan," tambahnya.

Sementara itu, kondisi pipa di intake Kali Kampwolker dan Kojabu juga patah.

Akibatnya, warga di Perumnas I, II, dan III, Abepura, dan Kotaraja yang sempat tidak mendapatkan layanan air bersih.

Baca juga: Pasca-banjir, Barang Bekas di Pasar Youtefa Jayapura Diserbu Warga

"Termasuk juga, pipa kita yang patah di STM Kotaraja, karena ada aliran Sungai Siborgonyi sehingga layanan sumber air bersih tidak bisa terdistribusikan, karena tingkat kekeruhan cukup tinggi," tandasnya.

Entis mengungkapkan kondisi paling parah akibat hujan deras dan banjir itu, ialah intake Kojabu dengan keadaan pipa transmisi 20 inci putus total, di Kampwolker, akibat tergerus longsor sejauh 300 meter.

"Praktis pada saat itu memang, beberapa wilayah di luar daerah yang telah saya sebutkan itu, masih mendapatkan pasokan air bersih," terangnya.

Esoknya, Jumat (7/1/2022), PDAM mulai melakukan upaya pemulihan berbagai intake yang ada di Kota Jayapura.

Dua hari pas-cabanjir, PDAM dapat memberikan pelayanan secara normal, khususnya di Distrik Jayapura Utara, Jayapura selatan, Perumnas I, II, dan III.

Baca juga: Pasca-banjir, Jalan Pasar Youtefa Masih Berlumpur

Namun demikian, untuk saat ini intake Kojabu masih menjadi pekerjaan rumah tersisa, bagi pihaknya sebelum nantinya menuntaskan keseluruhan perbaikan intake yang ada.

"Kami berharap, cuaca di Kota Jayapura dan sekitarnya pada Senin ini, dapat bersahabat sehingga proses perbaikan dapat berjalan lancar," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved