KKB Papua
Serda Miskel Rumbiak Dibunuh KKB Secara Berencana, Polisi Minta Warga Lapor Ciri Pelaku
Polda Papua Barat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tak termakan informasi yang tidak bertanggungjawab.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Polisi menyebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) secara terencana menyerang prajurit TNI Yon Zipur 20/PPA di Kabupaten Maybrat, Papua Barat.
Akibatnya, satu prajurit yakni Serda Miskel Rumbiak gugur, dan tiga prajurit lainnya terluka.
"Itu pembunuhan berencana terhadap rekan-rekan kita dari TNI," kata Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwinda, dikutip dari laman TribunPapuaBarat.com, Jumat (21/1/2022).
Baca juga: Tangis Keluarga Pecah Saat Jenazah Serda Miskel Rumbiak Dikirim ke Raja Ampat
Mengungkap hal ini, Polda Papua Barat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tak termakan informasi yang tidak bertanggungjawab.
"Jika ada masyarakat yang mengetahui informasi pelaku penembakan, agar sesegera mungkin menghubungi pihak kami," pesannya.
Sekadar diketahui, Serda Miskel Rumbiak dinyatakan gugur setelah ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersejata di Kabupaten Maybrat, Papua Barat.
KKB di wilayah tersebut selain menembak Serda Miskel Rumbiak hingga gugur, juga melukai tiga anggota TNI lainnya.
Tiga prajurit tersebut adalah Prada Abraham, Prada Aziz, dan Serda Darusman.
Kapendam XVIII/Kasuari Kolonel Arm Hendra Pesireron mengaku para prajurit tersebut sedang mambangun jembatan karena sempat dirusak pasca-kejadian penyerangan di Posramil Kisor.
Baca juga: KNPB Minta Semua Pihak Hentikan Konflik Bersenjata di Papua dan Tempuh Jalan Damai
Kata Pesireron, jembatan tersebut merupakan penghubung antara Kampung Kamat dan Kampung Faan Kahrio.
"Jembatan kayu dipotong lagi sama mereka (KKB)," ujar Pesireron dikutip dari laman TribunPapuaBarat.com, Kamis (20/1/2022).
Akhirnya, kata Pesireron, Bupati Maybrat meminta TNI agar bisa membangun kembali jembatan permanen.
"Pembangunan jembatan tersebut bertujuan untuk mempercepat akses masyarakat dari kampung ke Ibu kota," ujarnya.
Sayangnya, saat pasukan digeser ke lokasi pembangunan jembatan, dihadang dengan tembakan.
Baca juga: Area Kampus USTJ Jayapura Kotor, Mahasiswa Berharap Segala Fasilitas Diperbaiki
"Rombongan ini mau menuju ke lokasi pembangunan jembatan yang kedua, tetapi malah ditembak oleh kelompok separatis," ungkapnya.
Dikatakan, para prajutir TNI yang mengerjakan jembatan setiap harinya dari pagi hingga sore.
"Saat pergeseran ada satu pleton dari 762 untuk pengamanan, dan dua regu dari Yon Zipur 20/PPA," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/21012022-serda_miskel_rumbiak-1.jpg)