ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Nasional

Butuh Lebih dari Rp 10 Triliun, Berapa Besar Anggaran Bangun Ibu Kota Baru Tahun Ini?

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut Kementerian PUPR ajukan Rp 46 triliun ke Kementerian Keuangan untuk pembangunan IKN periode 2022-2024

Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Foto: Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meninjau langsung sodetan akses jalan menuju rencana ibu kota negara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur. Sodetan akses tersebut berlokasi di Jalan Tol Balikpapan-Samarinda KM 14 yang dilewati Presiden dalam perjalanan dari Kota Samarinda ke Kota Balikpapan pada Selasa, (24/8/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA-   Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady mengatakan pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di Ibu Kota Negara (IKN) dilakukan secara bertahap dan memang diketahui pemerintah belum ada anggarannya.

Saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (25/1/2022), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut Kementerian PUPR mengajukan anggaran Rp 46 triliun ke Kementerian Keuangan untuk pembangunan IKN periode 2022-2024.

"Saya anggota Pansus IKN, setahu saya memang belum ada anggarannya. Kemarin dalam pembahasan Pansus, tahun 2022 itu hanya butuh Rp 12 triliun sebenarnya, karena tahapannya masih panjang," kata Hamka Baco Kady.

Baca juga: Aktivitas Kepariwisataan Lesu, Kemenparekraf: Pendapatan Devisa Pariwisata Turun hingga 50 Persen

Baca juga: Tiket Garuda Indonesia Mahal? Ini Penjelasan Erick Thohir

Hamka mengingatkan Menteri Basuki agar tetap mengutamakan program-program kerakyatan yang ada di Kementerian PUPR, jika nantinya pemerintah melakukan refocusing angggaran untuk biayai IKN.

"Jangan sampai kalau terjadi refocusing itu mengurangi program dari aspirasi anggota, mungkin ada hal-hal yang dikorbankan dengan lain, tetapi tidak korbankan untuk kepentingan rakyat banyak," tuturnya.

"Saya ingatkan pak menteri apabila terpaksa yang jadi refocusing, jangan sampai dikorbankan hal-hal bekaitan kepentingan rakyat umum karema sama-sama penting," sambung Hamka. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved