Sabtu, 11 April 2026

Papua Terkini

Papua Language Institute Bantah Telantarkan Mahasiswa Utusannya di Rusia 

Abdiel F Tanias, menepis tudingan yang tendensius mahasiswa yang serta merta meminta pemerintah mencabut kerja sama dengan PLI.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Yayasan Papua Language Institute (PLI), membantah menelantarkan mahasiswa utusannya di Rusia, seperti yang dituding para mahasiswa saat berdemonstrasi, Kamis (27/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Papua Language Instute (PLI) membantah tudingan mahasiswa yang demo di Kantor Gubernur Papua, yang menyebut mereka ditelantarkan lembaga penyalur mahasiswa tersebut.

Head of Public Realtions Papua Language Instute, Abdiel F Tanias, menepis tudingan yang tendensius mahasiswa yang serta merta meminta pemerintah mencabut kerja sama dengan PLI.

Baca juga: Demo di Kantor Gubernur Papua, Mahasiswa Minta KPK Usut Penggunaan Dana Otsus

Kata Abdiel, PLI telah mengirimkan 35 mahasiswa binaan ke Rusia dan Amerika, setelah mengikuti pembinaan selama 1 tahun. 

"Setelah melewati berbagai proses yang panjang, maka kami telah mengirimkan mereka ke Rusia dan Amerika pada 14 Januari 2022," ujarnya kepada Tribun-Papua.com, Kamis (27/1/2022).

Para mahasiswa yang berangkat merupakan mahasiswa yang masuk dalam program beasiswa tahun 2020 hingga 2021.

Pihaknya juga membantah, ada indikasi para mahasiswa ditelantarkan maupun pemutusan biaya beasiswa selama berkuliah di Rusia. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Ratusan Mahasiswa Geruduk Kantor Gubernur Papua, Tuntut Kejelasan Beasiswa

"Kami meminta agar tidak menyeret nama PLI, dalam situasi yang sama sekali tidak berhubungan dengan pihaknya, ada baiknya dicross cek kembali ke pihak BPSDM Provinsi Papua," ujarnya.

Mewakili PLI, dirinya menyampaikan telah mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur Papua Lukas Enembe yang telah memberikan kepercayaan, dan apresiasi terhadap PLI yang bekerjasama dengan BPSDM Papua. 

Baca juga: Identifikasi 17 Jenazah, Brimob Bersenjata Lengkap Jaga Ketat RSUD Sorong

Diberitakan sebelumnya, tuntutan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Forum Mahasiswa/i Dalam Negeri dan Luar Negeri di Kantor Gubernur Provinsi Papua pada Rabu (26/1/2022), menyebutkan PLI telah memutuskan biaya studi mahasiswanya di Rusia, sehingga terlantar. 

Untuk itu, para mahasiswa meminta Pemprov Papua memutuskan MoU bersama Yayasan PLI. (*) 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved