Mencari Pengganti Klemen Tinal

Survei LSI: 73,7 Persen Warga Papua Inginkan Wagub dari Kalangan Sipil, Kenius Kogoya Populer

Ketua DPD Hanura dan juga menjabat sebagai Sekretaris umum KONI Papua Kenius Kogoya menjadi pilihan yang terbanyak untuk menduduki posisi Wagub Papua.

TribunPapua.com/Roy_Ratumakin/grafis
ILUSTRASI _ Siapa pendamping Lukas Enembe selanjutnya, pascameninggalnya Klemen Tinal. Ada wacana Plt Wagub akan ditentukan koalisi parpol dan opsi penunjukan plt dari kemendagri. 

"Selain itu, sosok Wakil Gubernur Papua yang diinginkan masyarakat Papua dari hasil survei sebanyak 90,4 persen harus merupakan figur pemimpin daerah yang merakyat, kemudian sebanyak 89,7 persen masyarakat Papua memiliki kompetensi kepemimpinan organisasi dan pemerintahan, dikenal," papar Albertus.

ia melanjutkan, sebanyak 87,4 persen masyarakat menginginkan Wakil Gubernur yang mengenal rakyat, berkomitmen kebangsaan untuk menjaga keutuhan kedaulatan NKRI, dan memiliki wawasan Nusantara untuk menyatukan masyarakat Papua.

PENGGANTI KLEMEN TINAL - Ketua DPD Partai Hanura Kenius Kogoya menyatakan diri siap duduki kursi Wakil Gubernur Papua, sepeninggalan Klemen Tinal. Hal ini diungkapkan di Kota Jayapura, Jumat (2/7/2021).
PENGGANTI KLEMEN TINAL - Ketua DPD Partai Hanura Kenius Kogoya menyatakan diri siap duduki kursi Wakil Gubernur Papua, sepeninggalan Klemen Tinal. Hal ini diungkapkan di Kota Jayapura, Jumat (2/7/2021). (Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari)

Kenius Kogoya Populer

Hasil survei juga menunjukkan, preferensi Masyarakat Papua yang diminta memilih nama-nama paling tepat dan sangat membantu Gubernur Lukas Enembe untuk menduduki posisi jabatan Gubernur. 

"Pertanyaan terbuka, maka nama Ketua DPD Hanura dan juga menjabat sebagai Sekretaris umum KONI Papua Kenius Kogoya menjadi pilihan yang terbanyak untuk menduduki posisi Wagub Papua, dan dipilih sebanyak 34,8 persen," ujar Albertus. 

3 Prajurit Gugur di Puncak Papua, Panglima TNI: Tidak Ada Provokasi, Justru Kami yang Diserang

Selain itu, Wakil Ketua DPRP Papua Yunus Wonda dipilih sebanyak 12,3 persen, dan adik almarhum Klemen Tinal, Fernando Yansen Tinal yang berstatus anggota DPRP Papua, dipilih sebanyak 8,2 persen.

Menyusul nama Paskalis Kossay (kader Golkar) 7,3 persen, Ones Pahabol (mantan Bupati Yahukimo/kader Golkar).

Selanjutnya, Bupati Lanny Jaya Befa Jigibalom dipilih sebanyak 7,1 persen, dan Paulus Waterpauw (Deputi BNPP) 5,3 persen.

Lalu nama John Tabo yang kini menjabat Bupati Mamberamo Raya dipilih sebanyak 4,6 persen, sedangkan yang tidak menjawab sebanyak  20,4 persen.

Menurut survei LSI, tingginya keterpilihan Kenius Kogoya sebanyak 34,8 persen lantaran dia masih muda, berpengalaman dan putra asli Papua.

"Kenius Kogoya itu masih muda, punya banyak pengalaman, dan asli Papua. Sementara tokoh-tokoh yang lain, ada juga  yang dari Papua Barat," kata Albertus.

Terpisah, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin berujar, kursi Wakil Gubernur Papua jangan dibiarkan kosong, tetapi harus segera diisi.

Baca juga: Koalisi Diminta Sepakat Usulkan Nama Cawagub Papua, Rakyat dan Pemuda Ancam Demo

Hal itu sesuai dengan peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

"Jangan biarkan kursi Wagub Papua kosong. Karena bagaimanapun, Gubernur butuh wakilnya tuk menjalankan tugas yang sangat berat di Papua," kata Ujang, melansir wartaekonomi.co.id, Senin (31/1/22).

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved