Jumat, 22 Mei 2026

Sejarah

Kisah Diane de Poitiers, Wanita Paruh Baya ‘Simpanan’ Raja Henry II dari Prancis

Ketika Henry berusia sekitar 15 tahun, wanita berusia tiga puluh lima tahun ini ternyata telah meninggalkan kesan abadi pada pangeran remaja itu.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Istimewa
Diane de Poitiers, 'simpanan' Raja Henry II dari Prancis. 

TRIBUN-PAPUA.COM – Raja Henry II disandera sebagai seorang anak dalam pertukaran untuk ayahnya, Raja Fracois I, kembali ke Prancis.

Pasukan Kaisar Charles V menangkap saingan Prancisnya pada Pertempuran Pavia di Italia, pada tahun 1525.

Ketika itu, Henry II baru berusia lima tahun.

Lebih dari setahun, Francois I berada di bawah kekuasaan kaisar, meskipun Charles bertindak dengan gagahberani dalam memperlakukan tawanan kerajaannya.

Baca juga: Kala Soekarno Izinkan Etnis Tionghoa Kibarkan Bendera Tiongkok Saat Hari Besar

Tidak banyak yang dikatakan oleh Charles setelah dia menerima dua putra tertua raja Prancis ke dalam kandangnya, dan Henry adalah yang termuda.

Namun, memalukannya Spanyol tidak bisa menyediakan pakaian untuk para pangeran yang sudah tumbuh itu, akhirnya dibuatlah perjanjian hingga kedua anak laki-laki itu kembali ke Prancis beberapa tahun kemudian.

Henry menjadi pendiam dan murung, dan ini tercermin pada masa pemerintahannya dalam penindasannya yang kejam terhadap ide-ide Protestan di negaranya.

Memotong lidah mereka yang mengucapkan bid’ah, membakar mereka di tiang pancang, hingga terjadi Pembantaian di Hari Santo Bartholomeus tahun 1572.

Menyaksikan kematian ribuan Huguenot, yang dibantai di jalan-jalan setelah pernikahan antara cucu perempuan Katolik Henry dan raja Protestan Navarre.

Baca juga: Kisah Carlota, Putri Belgia yang Menjadi Ratu Meksiko

Namun, salah satu fakta hidup Henry II yang paling luar biasa sama sekali tidak ada hubungannya dengan dia, tetapi para wanita yang mengelilinginya.

 Salah satu adalah istrinya, Catherine de Medici, yang yang lainnya adalah seorang wanita yang lembut memeluknya ketika Henry dan kakak laki-lakinya dibebaskan ke dalam tahanan Kaisar Charles V, tetapi dia bukan ibunya karena sang ibu sudah meninggal.

Wanita itu adalah Diane de Poitiers, yang menikah dengan pria tiga puluh lima tahun lebih tua darinya pada usia lima belas tahun.

Dan ketika Henry berusia sekitar lima belas tahun, wanita berusia tiga puluh lima tahun ini ternyata telah meninggalkan kesan abadi pada pangeran remaja itu.

Henry kemungkinan besar melihatnya sebagai tampilan ideal seorang wanita, kasih sayangnya untuknya terlihat dalam pemakaian warna-warna di sebuah pertunjungan, serta pertarungan saat cedera dengan tombaknya.

Dan sejak usia 15 tahun, Henry menunjukkan minat mendalam pada wanita itu melalui surat-suratnya, meskipun tidak diketahui apakah Diane dan Henry telah menyempurnakan persatuan jiwa mereka dengan cara yang lebih dewasa.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved