Jumat, 10 April 2026

Bisnis

Bos Facebook Kehilangan Harta Rp 429 Triliun, Ini Penyebabnya

Ini merupakan rekor penurunan terbesar dalam sejarah, saham Meta turun 26 persen, Bos Facebook kehilangan hartanya senilai hampir 30 miliar dollar AS

Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA –  Akibat anjloknya saham Facebook, yang kini bernama Meta, di bursa New York pada perdagangan Kamis waktu setempat.

Bos Facebook Mark Zuckerberg kehilangan hartanya senilai hampir 30 miliar dollar AS atau setara Rp 429 triliun.

Saham Meta turun 26 persen.

Ini merupakan rekor penurunan terbesar dalam sejarah.

Hal itu terjadi setelah Meta mengumumkan pertumbuhan pendapatan yang lebih rendah dari proyeksi sebelumnya, di kuartal IV 2021.

Mengutip dari Forbes, Jumat (4/2/2022), saham Meta yang terjun bebas juga menyebabkan kapitalisasi pasar perusahaan itu berkurang sebesar 230 milliar dollar AS.

Manajemen Meta menyebut kinerja Facebook berkurang karena menurunnya pengguna harian Facebook, imbas persaingan dengan TikTok.

Baca juga: Claudya Pepiana, Sukses Padukan Budaya Noken Papua Dalam Berbisnis

Ditambah dengan baiknya biaya internet di India, yang selama ini jadi salah satu penyumbang pengguna Facebook terbesar di dunia.

Selain Zuckerberg, dua pendiri Facebook lainnya yaitu Dustin Moskovitz dan Eduardo Saverin juga kehilangan hartanya.

Masing-masing sebesar 3,9 miliar dollar AS dan 4,2 miliar dollar AS. Walaupun sudah tidak aktif di manajemen Facebook, keduanya masih memiliki saham di perusahaan itu.

Zuckerberg kini tidak lagi masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Amerika Serikat. Ia berada di posisi ke 12 di bawah Mukesh Ambani, yang merupakan orang terkaya di India.

Tahun lalu, Bos Tesla Elon Musk juga kehilangan harta sebesar 33 miliar dollar AS akibat saham Tesla anjlok

Saham Twitter Juga Turun

Saham perusahaan media sosial lainnya juga terpukul.

Harga saham Twitter Inc turun 5,6 persen, sementara Pinterest Inc dan Snap Inc masing-masing merosot 10,3 persen dan 23,6 persen sebelum melaporkan pendapatan setelah penutupan perdagangan.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved