Sabtu, 11 April 2026

Info Mimika

Kadis PUPR Mimika : Program Penyaluran Air Bersih di Timika Terkendala Biaya Operasional

rogram penyaluran air bersih di kota Timika terkendala biaya operasional, padahal pemerintah kabupaten setempat

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Maickel Karundeng
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Robert Mayaut 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com,Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA- Program penyaluran air bersih di kota Timika terkendala biaya operasional, padahal pemerintah kabupaten setempat sudah merencanakan air bersih di kota itu sejak 2012.

Demikian disampaikan Kepala Dinas PUPR Mimika, Robert Mayaut. Menurut dia, Waktu itu estimasi teknis biayanya senilai Rp375 miliar saat direview di 2013.

Namun, kata dia, seiring berjalanya waktu, nilainya naik karena harga bahan dan lainnya.

Baca juga: 2 Kelompok di Bolmong Sulut Perang Batu hingga Sajam, Dipicu Perhitungan Hasil Pilkades

"Pasti akan terjadi perbuhahan anggaran yang saya katakan dikisaran Rp400 miliar,"kata Kepala Dinas PUPR Mimika, Robert Mayaut kepada Tribun-Papua.com, Jumat (4/2/2022).

Dia menyebut, total nilai uang sejak 2012 hingga saat ini baru dialokasikan sekitar Rp80 miliar. Lalu, pelaksanaan baru 20 persen.

"Sedangkan target kita adalah 1.000 sambungan rumah. Untuk mencapai semua ini, kita minimal 17 ribu sabungan rumah baru kita bisa lakukan runing sehingga jangan membebani APBD melalui subsidi,"ujarnya.

Baca juga: Pemuda Fakfak di Jayapura Geram, Minta Bupati Untung Tamsil Tepati Janji Kampanye

Robert menjelaskan, untuk menjalankan genset di Kuala Kencana, tempat instalasi temuan air satu bulan operasi bisa menelan biaya hampir Rp2 miliar untuk bayar bahan bakar minyak (BBM).

Lanjut dia, belum lagi PLN satu bulan Rp250 juta. Untuk pola alirnya air sudah ada tempat penampungan yang dibangun di SP 2 dan SP 5 kemudian di ploting ke kota.

"Kalau air bersih dijalankan maka bisa jalan. Tetapi pemerintah harus subsidi sedangkan langkah itu dihindari pemerintah menimbang keuangan pemerintah tidak sehat,"katanya.

Baca juga: Lama Menghilang, Cedera Paksa Ricky Kayame Operasi Lutut: Lekas Pulih Jagoan

"Jadi kita perlu pemasangan minimal 17 ribu sambungan baru agar keuangan bisa sehat,"ujarnya.

Dalam perjalanan, menurut dia, ada investor dari Singapore tetapi mereka meminta kolaborasi dengan BUMD,supaya bisnis ke bisnis.

Dan tahun ini muda-mudahan perusahan daerah akan didirikan dan untuk operasional mereka (perusahan asal Singapore) yang akan membiayai seutuhnya.

"Kita 20 persen sisanya mereka yang akan kelola,"katanya.

Baca juga: Sosok yang Viral Seret Anjing Hidup-hidup di Jalan Raya Ditangkap, Pelaku Masih Pelajar SMP

Menurutnya, anggaran perubahan juga telah mendorong Rp15 miliar lagi untuk mendorong jaringan distribusi utama lalu ke rumah-rumah.

Sasaran pemasangan air akan difokuskan dulu di rumah padat penduduk seperti di wilayah Koprapoka.

"Harapan kita air menjadi kebutuhan masyarakat apalagi kita lihat di Timika banyak air yang tidak layak konsumsi harus direalisasikan dan semoga kedepan akan menjadi PDAM,"tambah dia.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved