Covid 19 Papua
Omicron Semakin Meluas, Pakar: Tapi Kecil Kemungkinan Indonesia PPKM Darurat Lagi
Perubahan indikator mesti dilakukan mengingat Indonesia telah memiliki modalitas yang cukup baik dalam menghadapi varian Omicron.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Di tengah meningkatkan kasus Covid-19 di Indonesia, terlebih adanya varian Omicron, pakar Epidemiologi Griffith University, Dicky Budiman menyebutkan jika level PPKM bisa menggunakan leveling dengan beberapa perubahan indikator.
Menurutnya, perubahan indikator mesti dilakukan mengingat Indonesia telah memiliki modalitas yang cukup baik dalam menghadapi varian Omicron.
Modalitas yang dimaksud terletak pada imunitas.
Ini ditandai dengan cakupan vaksin yang cukup memadai.
“Dari itu, penetapan PPKM Level 4 itu menjadi kecil kemungkinan. Apalagi mengubah Indonesia level darurat untuk lockdown karena karena modalitas Indonesia telah tinggi dari segi imunitas,” jelas Dicky Budiman pada Tribunnews, Minggu (6/2/2022).
"Sehingga, sebetulnya PPKM level 3 pun sudah cukup bisa digunakan. Hanya di pengetatan pelonggaran ini disesuaikan. Dan ini yang saya tangkap dari arahan pak presiden sebetulnya," ungkapnya.
Karena PPKM level 3 pada prinsipnya membatasi aktivitas. Dan orang-orang yang berada di luar perlu memiliki bekal proteksi imunitas memadai.
Baca juga: Aturan Baru Beribadah, Menag: Masuk Tempat Ibadah Wajib Scan PeduliLindungi
Semisal telah melakukan vaksinasi Covid-19 dua dosis, atau booster.
"Begitu prinsipnya kan dalam PPKM. Nah ini kemudian diperkuat dengan adanya misalnya WFH yang seharusnya sekarang 50 persen ya. Atau kalau tidak 25 persen," kata Dicky menambahkan.
Di sisi lain, Dicky mengimbau pemerintah untuk tidak langsung mengarahkan pembelajaran tatap muka secara 100 persen.
Baca juga: Epidemiolog: Bahaya Kalau Anggap Omicron Melemah
Mungkin bisa dilakukan secara hybrid. Di antaranya seperti melakukan pembelajaran secara online. Lalu setengahnya dilakukan secara offline.
"Bisa juga ada yang hybrd itu, 50 persen yang keluar dalam surat edaran. Tapi ini harus diperkuat dengn indikator epidemiologi. Ada banyak hal yang dilihat satu persatu," katanya lagi.
Tapi secara umum, menaikkan level PPKM untuk saat ini sangat mungkin. Tapi yang terpenting itu adalah melakukan mitigasinya.
"Level mau diturunkan atau tetap pun kalau 3T, 5M dan vaksinasi dan akselerasi mitigasi tidak menguat ya sama saja,"pungkasnya. (*)
