Papua Corner
Lawan Omicron, Silwanus Sumule: Kuncinya Vaksinasi dan Disiplin Prokes
Namun, vaksinasi juga mesti didukung perilaku masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Di tengah Covid-19 kembali meningkat, terlebih dengan adanya varian Omicron, maka upaya pencegahan dan mitigasi menjadi perhatian semua pihak.
Kata Jubir Satgas Covid-19, Silwanus Sumule, kunci dari penanganan Covid-19 adalah vaksinasi, terlebih angka cakupan vaksinasi telah mencapai 70 – 80 persen.
Namun, vaksinasi juga mesti didukung perilaku masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan, mulai dari wajib masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, serta rajin mencuci tangan.
Baca juga: BTM Setop PTM, Silwanus Sumule: Sepakat, Keselamatan Anak Didik adalah Hukum Tertinggi!
Meski Silwanus mengakui kenyataan di lapangan bahwa masih saja ada masyarakat yang bandel.
“Kami tentu mengapresiasi bapak Wali Kota Jayapura telah mengambil langkah-langkah tegas bersifat humanis. Meski memang kita ketahui ini adalah kota jasa dan perdagangan sehingga interaksi memang sulit dihindari. Tapi kita tak boleh menyerah," ungkap Silwanus dalam Program Papua Corner yang ditayangkan Tribun-Papua.com pada Senin (7/2/2022).
Faktanya juga layanan online belum dapat diterapkan secara optimal, karena kontak antar orang untuk bertransaksi itu masih ada.
"Nah ini boleh dilakukan antara penjual dan pembeli, tetapi harus ingat kesadaran diri untuk memproteksi dengan prokes itu harus dilakukan secara betul," pintanya.
Dalam kesempatan itu, Ia menegaskan pandemi Covid-19 akan dapat ditangani denga baik, apabila dilakukan secara bersama-sama.
Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19, Okupansi Hotel Horison Kotaraja Anjlok di Bawah 50 Persen
"Kalau kita bisa lakukan dengan baik, semua tahan sedikit untuk kumpul-kumpul, dan taati prokes, maka saya yakin kita bisa mengatasi Covid-19 dengan baik," yakinnya.
Kata Silwanus dari sisi medis, Covid-19 takkan menghilang ataupun lenyap, hanya saja statusnya berubah menjadi endemi seperti pada awal muncul di Wuhan China.
"Sehingga nanti apabila sudah menjadi endemi, maka penyakit sudah tak mengganas lagi seperti saat masih berstatus pandemi, seperti penyakit yang kita kenal batuk, pilek, ISPA, dan penyakit ringan lainnya," jelas Silwanus.
Dalam situasi endemi, digambarkan Silwanus, masyarakat dunia sudah dapat beraktivitas seperti sedia kala, meski Covid-19 tetap ada.
"Apakah kita di Papua bisa menuju status Covid-19 menjadi endemi? Tentu saja bisa, ktu yang kita harapkan, kapan kita sampai ke sana, nah dari ukuran kesehatan, apabila 70 sampai 80 persen warganya sudah divaksinasi," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/warga-jayapura-vaksinasi-new.jpg)