Jumat, 17 April 2026

Pemkot Jayapura

Pemkot Jayapura dan IKAPTK Gelar Seminar Nasional Bahas UU Otsus Papua

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura bersama Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Maickel Karundeng
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
JAYAPURA TERKINI - Pemerintah Kota Jayapura bersama IKAPTK Kota Jayapura menggelar Seminar Nasional Prospek Penyelenggaraan Pemerintah Perspektif Undang-Undang Nomor 2 tahun 2021, di Hotel Horison Kotaraja Abepura, Selasa (8/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura bersama Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK), menggelar Seminar Nasional membahas UU Otsus Papua

Seminar itu melibatkan berbagai kepala daerah di Provinsi Papua dan Papua Barat serta akademisi.

Momentum itu berlangsung di Ballroom Hotel Horison Kotaraja, Selasa (8/2/22). Kegiatan itu dibuka oleh Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano.

Baca juga: Akhirnya, Warga Kampung Waa Banti Menikmati Air Bersih dan Listrik

Dalam sambutannya, Benhur mengatakan Seminar Nasional tersebut digelar dengan mengundang berbagai kepala daerah.

Topik utama yang diangkat dalam seminar yakni terkait Prospek Penyelenggaraan Pemerintahan Perspektif Undang-undang Nomor 2 tahun 2021.

"Seminar ini akan menjadi kajian kita semua, dan tentu outputnya dapat menjadi pegangan kita sebagai pengambil kebijakan," kata Wali Kota Benhur disela-sela sambutan.

Baca juga: Jasad Siswi SMA yang Dibunuh Mantan Pacar Ditemukan Ayah Tiri Pelaku, Dikubur Sedalam 40 Sentimeter

Dalam konteks Pemerintahan Kota Jayapura, kata dia, mengimplementasikan UU Otsus, dalam kepemimpinanya, ia bekerja berbasis data.

"Di Kota Jayapura, kami membuat data Orang Asli Papua (OAP) Kota Jayapura berbasis Nomor Induk Pegawai (NIP), di situ kita tahu berapa jumlah orang Papua per sukunya, misalnya orang Serui di kelurahan ini ada berapa," ujarnya.

Baca juga: Target 500 Pemuda se-Indonesia, GPYI Summit 2022 Segera Digelar

Sehingga peluncuran program atau eksekusinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

"Pemetaan potensi wilayah dan sebaran warga ini menjadi penting agar kita kerja berbasis data,"katanya.

Sekadar diketahui, seminar nasional tersebut menghadirkan 6 narasumber mulai dari kepala daerah, tokoh masyarakat adat, dan akademisi.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved