ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Nasional

Dorong Green Energy, Bahlil: Indonesia Harus Terdepan

Bahlil Lahadalia menilai, Indonesia harus berada pada posisi terdepan untuk memainkan perannya dalam mendorong energi terbarukan berkelanjutan

Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM
Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA-  Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menilai, Indonesia harus berada pada posisi terdepan untuk memainkan perannya dalam mendorong energi terbarukan berkelanjutan atau green energy.

"Kita mempunyai sumber daya alam yang cukup luar biasa. Dunia hari ini sebagai contoh itu ingin mereka meninggalkan energi fosil, akan masuk kepada energi baru terbarukan," kata Bahlil Lahadalia, dalam konferensi pers "Inaugurasi Kelompok Kerja Perdagangan, Investasi, dan Industri G20 Indonesia", Selasa (8/2/2022).

Pengembangan energi terbarukan itu, termasuk otomotif atau dalam hal ini adalah mobil listrik, di mana satu-satunya negara di dunia sekarang yang sedang mendorong industri tersebut dari hulu ke hilir yakni Indonesia.

"Tidak ada negara di dunia ini yang memulai membangun industri baterai cell dari tambang. Indonesia sekarang masuk dari tambang, kemudian masuk di smelter, dan sampai baterai cell," tambahnya.

Makanya, anak Jayapura ini mengatakan fokus pemerintah Indonesia dalam memanfaatkan momentum di G20 dalam kaitannya dengan transformasi ekonomi.

Apalagi, kata Bahlil, di bawah komando Presiden Joko Widodo Indonesia mempunyai satu visi besar tentang transformasi ekonomi.

Demikian, kala berbicara perihal transformasi ekonomi, maka ini tidak terlepas dari investasi.

“Ajang pertemuan G20 di Indonesia tahun 2022 melibatkan gabungan negara-negara yang berkontribusi terhadap 80 persen GDP dunia, perdagangan 75 persen, dan populasi 60 persen, sehingga jadi pasar besar,” jelasnya.

"Pertama, adalah kita akan mendorong untuk investasi yang berkelanjutan, investasi yang inklusif," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved