Papua Terkini
Lantaran Keterbatasan Fasilitas, BPBD Mambramo Raya Minta Sentuhan BNPB Pusat
Menurut Deden, dampak bencana yang terjadi pada waktu lalu belum teratasi.
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM- JAYAPURA - Akibat keterbatasan fasilitas dalam mengatasi dampak bencana alam, Kepala BPBD Mamberamo Raya, Deden Sumantri menyampaikan pihaknya membutuh sentuhan langsung dari BNPB pusat.
Hal ini disampaikannya lantaran menurut Deden, dampak bencana yang terjadi pada waktu lalu belum teratasi.
"Contohnya seperti banjir dan longsor waktu 3/01/2021 lalu, di kampung Burmeso yang mengakibatkan rusaknya talud, badan jalan dan gorong-gorong putus, dan tanggal 7/01/2021 di dusun Mabino, Kampung Burmeso, yang mengakibatkan jembatan putus dan jalan rusak sehingga aktifitas masyarakat terganggu, sementara kami sudah menyurat ke pusat, tetapi belum direspon," jelasnya.
Baca juga: Lukas Enembe Minta Jajaran Pemprov Papua Aktif Tangkal Hoaks
Baca juga: Ketua KNPI Dianiaya, Kabid Humas: Dikeroyok 3 Orang Pakai Batu
Lanjut Deden, contoh ke dua seperti terjadinya angin putting beliung dan gelombang pasang pada 29/01 - 1/02/2021 lalu, di kampung Poiwai Distrik Saway, yang mengakibatkan sejumlah rumah warga dan talud rusak didaerah itu.
"Kejadian ini juga sama, kamipun menyurat mohon bantuan ke pusat, tapi tidak dijawab, akhirnya puing-puing bencana ini masih ada sampai saat ini," kata Deden kepada Tribun-Papua.com, di Jayapura, Selasa (22/02/2022).
Atas rentetan kejadian yang terjadi, maka Deden meminta agar kedepannya apabila ada pengajuan yang dilakukan BPBD Mambramo Raya ke pusat, BNPB bisa meresponya dengan cepat.
"Supaya semua persoalan yang terjadi, bisa teratasi dengan baik. Karena sampai saat ini masyarakat masih terus datang ke kami dan bertanya, sementara fasilitas yang kita punya terbatas," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/bpbd-mamberamo-raya.jpg)