Senin, 20 April 2026

Papua Terkini

Septinus George Saa Soroti Angka Pengangguran di Kabupaten Mimika, Begini Solusinya

BPS juga mencatat jumlah penduduk Mimika sebanyak 311.969 jiwa. Artinya, jumlah pengangguran terbuka di wilayah ini 25.893 jiwa.

Tribunnews.com
OPINI TOKOH - Fisikawan muda Papua Septinus George Saa menyoroti tantangan anak muda Papua, di masa kini, Jumat (21/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Fisikawan Papua Septinus George Saa menyoroti tingginya angka pengangguran di Kabupaten Mimika, Papua.

Hal ini menyusul laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 yang menyebut, total pengangguran di Papua sebanyak 75.658 orang.

"Kalau kita mau lihat sebanyak 13 persen pengangguran di Papua, dikabarkan mengalami putus asa dalam mencari kerja," katanya Septinus kepada Tribun-Papua.com, Kamis (24/2/2022).

Baca juga: Kiat Menghadapi Tantangan ala Septinus George Saa Fisikawan Muda Papua

Khusus untuk Kabupaten Mimika, angka pengangguran menurut data BPS ialah 8,30 persen daripopulasi penduduk.

BPS juga mencatat jumlah penduduk Mimika sebanyak 311.969 jiwa. Artinya, jumlah pengangguran terbuka di wilayah ini 25.893 jiwa.

"Jumlah ini tentunya perlu menjadi perhatian kita bersama baik pemerintah, organisasi-organisasi nirlaba pendidikan, semua pekerja pendidikan dan pemerhati pendidikan di tanah Papua, secara umum dan kabupaten Mimika secara khusus," ujarnya.

Sebagai masukan, Septinus menyarankan pemerintah perlu menganalisa lebih jauh angka pengangguran di Papua, guna mencari solusi untuk menurunkan angka tersebut.

"Kita tahu bahwa tingginya angka pengangguran ini, berbanding lurus dengan tingginya angka persoalan sosial di masyarakat," paparnya.

Baca juga: Sosok Septinus Saa, Salah Satu Calon Kuat Rektor Universitas Cenderawasih Jayapura Papua

Septinus mencontohkan, kejahatan atau tindak kriminalitas dalam berbagai bentuk akan naik mengikuti angka pengangguran.

"Angka pengangguran ikut memberikan gambaran angka kemiskinan, di mana kondisi ini mengartikan satu hal pokok, yakni tingkat produktifitas individu di suatu kelompok masyarakat," terangnya.

Jika individu dalam suatu kelompok masyarakat tidak produktif atau tidak bekerja aktif memberikan kontribusi pada ekonomi dan pasar suatu daerah, maka menurutnya akan memberikan beban kerja kepada pemerintah setempat.

"Kita ketahui bersama di seluruh Indonesia telah dicanangkan berbagai program yang diinisiasi bapak Presiden Joko Widodo," sambungnya.

Program dimaksud, mulai dari entrepreneurship dan stimulan pendirian UKM.

Ada juga program-program pelatihan peningkatan kapasitas dan komptensi dari kelompok muda, aktif dan siap kerja.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved