ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Chernobyl Direbut Rusia, Dubes Ukraina Beri Peringatan dan Singgung Memori Kelam 1986

Tentara Rusia telah menguasai fasilitas Pembangkit Nuklir Chernobyl setelah pertempuran sengit dengan pasukan Ukraina, Kamis (24/2/2022) malam.

(AFP PHOTO/SERGEI SUPINSKY)
Sebuah gambar yang diambil pada 13 April 2021 menunjukkan kubah pelindung raksasa yang dibangun di atas sarkofagus yang menutupi reaktor keempat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl yang hancur menjelang peringatan 35 tahun bencana nuklir Chernobyl yang akan datang. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Tentara Rusia dilaporkan telah menguasai fasilitas Pembangkit Nuklir Chernobyl setelah pertempuran sengit dengan pasukan Ukraina pada Kamis (24/2/2022) malam waktu setempat.

Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Penasihat Presiden Ukraina Mykhailo Podolyak.

"Mustahil untuk mengatakan pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl aman setelah serangan yang sama sekali tidak berguna oleh Rusia," katanya dikutip dari Reuters.

"Ini adalah salah satu ancaman paling serius di Eropa saat ini," imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin pada Jumat (25/2/2022) memperingatkan, jika reaktor di Cherboyl ada yang meledak lagi, seluruh Eropa termasuk Rusia bisa terkena dampaknya.

Baca juga: Fasilitas Pembangkit Nuklir Chernobyl di Ukraina Telah Dikuasai Pasukan Rusia

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin dalam press briefing secara virtual, Jumat (25/2/2022).
Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin dalam press briefing secara virtual, Jumat (25/2/2022). (Kompas.com/Mutia Fauzia)

Dubes Hamianin kemudian mewanti-wanti, kalau sampai reaktor di Chernobyl meledak lagi, maka memori kelam 1986 saat bencana nuklir terjadi di kawasan itu akan terulang lagi.

"Semua orang mengerti apa itu saat 1986 ketika pembangkit listrik tenaga nuklir di Chernobyl meledak. Dan saya berharap banyak orang akan mengerti apa yang bakal terjadi jika beberapa korban lain, beberapa reaktor pembangkit lainnya meledak lagi."

"Itu akan mencakup seluruh Eropa, dan mungkin seluruh wilayah, atau juga Afrika dan Asia. Dan pastinya Belarus, Rusia, dan Eropa," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (25/2/2022).

Hamianin juga mengatakan, satu kota di negaranya jatuh ke tangan Rusia.

Sementara itu, beberapa kota besar lainnya dikepung dari berbagai sisi, tetapi dapat terlindungi dan dipertahankan secara efisien.

Baca juga: Dubes Rusia: Kami Harap Pemerintah Indonesia Lebih Tegas dan Percaya Diri Kecam Agresi Rusia

"Tidak ada ancaman langsung bagi keamanan, tetapi satu kota diduduki dan saya berharap itu hanya satu," ucap Hamianin.

Dalam keterangan yang diterima Kompas.com dari Kedutaan Besar Ukraina di Indonesia, disebutkan bahwa kota yang diduduki Rusia itu adalah Konotop.

"Situasi di Ukraina sekarang sangat dinamis dan berubah setiap beberapa jam, terutama karena serangan udara, pemboman, dan hantaman rudal," lanjut Hamianin.

"Tentara kami berhasil menembak jatuh beberapa helikopter, pesawat, dan juga beberapa rudal, tetapi beberapa di antaranya mengenai warga sipil dan obyek industri."

Pasukan Rusia menghadapi perlawanan sengit Ukraina di Chernihiv sehingga tak mampu menguasainya. Rusia lalu melewati kota itu untuk menuju Kiev.

Baca juga: Presiden Ukraina: Rusia Menandai Saya sebagai Target Nomor 1, Keluarga Saya Nomor 2

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved