Selasa, 2 Juni 2026

Nasional

Rusia Invasi Ukraina, Presiden Jokowi: Setop Perang!

Secara tegas, orang nomor satu di Indonesia itu menyerukan agar perang antar kedua negara itu dihentikan.

Tayang:
Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Tribun-Papua.com/Istimewa
Presiden RI Joko Widodo. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Dengan dimulainya invasi Rusia terhadap Ukraina, tak ayal mengundang respon dari berbagai pihak.

Tak terkecuali pimpinan tertinggi di Indonesia.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tak tinggal diam dengan perang yang telah dimulai Rusia itu.

Secara tegas, orang nomor satu di Indonesia itu menyerukan agar perang antar kedua negara itu dihentikan.

"Setop perang. Perang itu menyengsarakan umat manusia, dan membahayakan dunia," kata Jokowi dalam akun twitternya @jokowi.

Sebelumnya Jokowi menyerukan agar ketegangan antara Rusia dan Ukraina dihentikan.

Baca juga: Tengok Aksi Menteri Nyentrik Presiden Jokowi dari Papua, Nyanyi Lagu Indonesia Pusaka di Gedung RRI

Baca juga: Fasilitas Pembangkit Nuklir Chernobyl di Ukraina Telah Dikuasai Pasukan Rusia

Semua pihak yang terlibat menahan diri agar tercipta perdamaian.

"Rivalitas dan ketegangan di Ukraina harus dihentikan sesegera mungkin. Semua pihak yang terlibat harus menahan diri dan kita semua harus berkontribusi pada perdamaian. Perang tidak boleh terjadi," kata Jokowi dalam akun twitternya @jokowi, Senin, (21/2/2022).

Ketegangan yang terjadi, menurut Presiden, jangan sampai berujung perang. Saat ini justru yang dibutuhkan adalah sinergitas dan kolaborasi masyarakat dunia dalam menghadapi Pandemi.

"Saatnya kita memulihkan ekonomi dunia, mengantisipasi kelangkaan pangan, dan mencegah kelaparan," tulis Presiden.

Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana menilai serangan militer Rusia ke Ukraina bisa memicu terjadinya Perang Dunia III.

Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk bertindak agar hal itu bisa dihindari.

Hikmahanto mengimbau Presiden Jokowi untuk melakukan tindakan demi menyelesaikan permasalahan ini. Apalagi, saat ini Presiden Jokowi merupakan Presidensi G-20.

 “Tindakannya sampaikan ke PBB, bahwa permasalahan ini harus dibawa ke Majelis Umum PBB, tidak ke Dewan Keamanan PBB,” ujar Hikmahanto dikutip dari Kompas.TV.

 “Sehingga dengan begitu, tak akan ada veto di situ, dan pengambilan keputusan berdasarkan mayoritas karena apa yang terjadi di Ukraina bisa menyebabkan Perang Dunia III,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved