Persipura
Menakar 3 Prediksi Persipura Terjebak di Zona Degradasi Liga 1
Mutiara Hitam kini terpontang-panting Bersama dua klub lainnya dan bersiap menuju kompetisi Liga 2 musim depan
Penulis: Arni Hisage | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tyo Effendy
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kondisi skuad Persipura Jayapura musim ini di pentas Liga 1 2021/2022 benar-benar menyita perhatian publik.
Bagaimana tidak, klub tersukses dalam sejarah, Liga Indonesia dengan catatan empat kali jawara itu tidak sedang baik-baik saja.
• Pertanyakan soal Laga Lawan Persipura, Madura United: Berdasarkan Regulasi, Kami Menang WO 3-0
Era kejayaan Persipura di kasta tertinggi sepak bola nasional terancam punah sudah. Mutiara Hitam kini terpontang-panting Bersama dua klub lainnya dan bersiap menuju kompetisi Liga 2 musim depan.
Melihat sejumlah masalah tim musim ini, nyatanya memang Persipura diragukan tampil menawan sepanjang kompetisi.
Tribun-Papua.com setidaknya memiliki tiga alasan masuk akal mengapa anak-anak Papua kini duduk di zona degradasi.
Kehilangan Sosok Jenderal Lapangan
Terlepas dari kasus indisipliner Boaz Solossa yang tak bisa dibenarkan, skuad Persipura memang mengakui kehilangan sosok pemimpin sejak memecat sang kapten.
Seusai zaman Eduard Ivakdalam sebagai jendral Mutiara Hitam, nyaris tak ada yang bisa mengganti sosok Boaz Solossa sebagai pemimpin tim di ruang ganti.
Bermarkas di Stadion Mandala selama 17 musim sudah cukup membuktikan betapa loyalnya Boaz untuk Persipura.
• Persipura Mangkir Jadi Catatan Merah PT LIB: Semoga Keputusan Akhir Maret
Lebih dari itu, sang legenda adalah idola seluruh pesepak bola Papua, termasuk pasukan muda Mutiara Hitam.
Meski menyisahkan nama Ian Lois Kabes dan Ricardo Salampessy dalam skuad musim ini, nyatanya keduanya lebih sering berkutat dengan cedera.
Hal tersebut membuat tak adanya sosok pemain senior dalam skuad Persipura di tengah lapangan.
Meski kini Tinus Pae sudah kembali dan menjadi starter utama pilihan Alfredo Vera, untuk mengembalikan mental pemain tanpa pemimpin sejak awal musim jadi pekerjaan berat.
Regenerasi, Jarak Usia Terlalu Jauh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/yevhen-bokhasvili-belum-tajam.jpg)